Wantannas RI Kunjungi Warga Pasar Kemis Korban Limbah Kimia Beracun

Wantannas RI Kunjungi Warga Pasar Kemis Korban Limbah Kimia Beracun ((istimewa))

PASAR KEMIS - Setelah viral di media massa terkait pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik, rombongan Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Wantannas RI) Bidang Lingkungan mendatangi Kampung Picung RT01/05, Pasar Kemis, Kamis (25/10/2018).

Rombongan yang dipimpin Sekjen Wantanas Brigjen TNI Syafi'ul itu ingin melihat secara langsung kondisi pencemaran limbah yang mengakibatkan air bawah tanah bercampur dengan limbah industri beracun (B3).

"Hari ini kita memastikan kebenaran air warga tersebut yang berubah menjadi kuning akibat zat kimia," ungkapnya.

Terkait dampak pencemaran itu, lanjutnya, perlu keterlibatan semua pihak untuk memulihkannya.

"Para stakeholder mulai Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa setempat dan Kecamatan Pasar Kemis harus pro aktif," cetusnya.

Saat ini, menurutnya yang mendesak adalah agar warga secepatnya kembali mendapatkan air bersih. Ia juga menyebut, pihaknya menjadi koordinator untuk penyelesaian warga yang terkena dampak.

"Dalam hal ini Wantannas sebagai koordinator untuk menyelesaikan dampak air yang terkena zat kimia," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Syafi'ul terlihat sempat memeriksa langsung air yang berwarna kuning itu dengan menggunakan tangannya. Ia pun menegaskan harus segera ada tindakan penelitian secara menyeluruh. Pasalnya, berubahnya warna air yang diduga tercemar itu dikarenakan kehadiran beberapa pabrik di sekitar kampung tersebut.

"Seharusnya pabrik itu harus mempunyai Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Saya juga tidak melihat Ipalnya dimana, ini perlu diteliti secara khusus, pabrik harus punya Ipal dan Amdal yang jelas, perusahaan harus bertanggung jawab terhadap lingkungannya," jelasnya.

Ia juga memastikan akan melakukan penelitian itu, baik dari segi praktik pengelolaan limbahnya maupun dokumen lingkungannya, yaitu Analisa Mengendai Dampak Lingkungan.(mp/red)