Waduh.! Ternyata Puluhan Apartemen di Tangsel Belum Urus Pengajuan SHMSRS, Ini Kata BPN

Waduh.! Ternyata Puluhan Apartemen di Tangsel Belum Urus Pengajuan SHMSRS, Ini Kata BPN ((ak|nonstopnews.id))

TANGSEL - Sulitnya para pemilik apartemen di Kota Tangsel, memiliki Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), nampaknya menjadi polemik tersendiri. 

Hal itu disinyalir, lambannya pengembang dan pengelola hunian apartemen, dalam melakukan pengurusan persyaratan-persyaratan SHMSRS.

Seperti yang dialami Miftah, seorang pemilik apartemen di daerah BSD. Dirinya mengaku sudah melakukan serah terima kunci alias unit apartemen sudah jadi dari 2013.

"Dari 2013 sudah jadi apartemennya dan punya Pengikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB), tapi masa ampe 5 tahun gajadi jadi," cetus Miftah.

Miftah pun mengatakan, dirinya selalu menanyakan kepada pengelola apartemen, tetapi selalu dijawab dalam proses.

"Sampe capek nanyain mas. Tiap ditanya ke pengelola, selalu dalam proses. Giliran begini kan susah untuk dijual lagi," tandas Miftah.

Sementara itu, dikatakan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Tangsel, Wahyudi bahwa, pengurusan persyaratan untuk mendapatkan SHMSRS, hingga kini memang belum ada. 

"Sepertinya belum pernah ada pengurusan SHMSRS," kata Wahyudi, diruang kerjanya, Rabu (1/7/2018).

Menurutnya, banyak pertimbangan yang diambil oleh pengembang, terkait pengurusan SHMSRS.

"Mungkin takut tidak laku. Atau pengembang baru, jadi belum mengerti terkait pengurusan syarat-syarat SHMSRS. Banyak juga pemilik apartemen, setelah mendapatkan Perjanjian Pengikat Jual-beli, sudah tidak mau lagi susah-susah mengurus SHMSRS, sebetulnya itu perlu," tegasnya.

Diakui, pembangunan di Kota Tangsel sangatlah pesat. Belum lagi, terbatasnya lahan untuk pembangunan rumah tapak. Dirinya menyarankan, agar pengembang apartemen, tetap patuh terhadap aturan pemerintah, terlebih terkait hak masyarakat.

"Pengembang tetep harus urus SLF, Pertelaan. Karena itu kan aturan. Apalagi aturan yang menyangkut hak masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi  Pendaftaran Hak Tanah, Aris Prasetiantoro, menegaskan, hingga kini pihaknya belum pernah menerima berkas pengurusan SHMSRS.

"Saya baru mas disini, tapi setahu saya, kami belum pernah menerima berkas pengurusan SHMSRS. Kalau BPN itu kan nerima pengajuan aja, untuk teknis persyaratan, pengembang harus aktif ke Pemkot Tangsel," tuturnya. (ak)