Waduh.! Pimpinan DPRD Tangsel Anggap Hanya 2 Perda yang Penting Buat Rakyat 

Waduh.! Pimpinan DPRD Tangsel Anggap Hanya 2 Perda yang Penting Buat Rakyat 
Waduh.! Pimpinan DPRD Tangsel Anggap Hanya 2 Perda yang Penting Buat Rakyat 
(Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Disahkannya 2 Peraturan Daerah (Perda) wajib oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel, dianggap penting bagi pimpinan DPRD. Kedua Perda yang dimaksud ialah, Perda Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 dan Perda APBD Perubahan 2018.

Walau hanya menghasilkan 2, Perda tersebut dinilai paling penting dan berkaitan dengan rakyat. Hal itu dijelaskan oleh Wakil Ketua DPRD Tangsel, Taufik saat menghubungi wartawan.

"Dua Perda itu penting buat rakyat. Jadi harus segera diundangkan," kata Taufik, Selasa (12/02/2019).

Sementara itu untuk anggaran, Taufik menyatakan bahwa Perda-perda usulan dinas, dibiayai oleh dinas.

"Kalau usulan dari dinas, yang biayai dinas. Nah kita yang ngesahin," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, pengamat hukum dari Universitas Pamulang (Unpam) Suhendar turut angkat bicara. Menurut Suhendar, ini menjadi blunder dengan pengertian apakah Perda yang lainnya tidak penting buat rakyat. 

"Semua Perda itu penting, karena dia (Perda) merupakan dasar hukum, landasan kebijakan dan design (arah) pengelolaan kehidupan masyarakat daerah serta pembangunan," kata Suhendar lewat whatsappnya.

Menurutnya, pernyataan Wakil Ketua DPRD Taufik sangat keliru, dan bisa menjadi preseden buruk bagi kinerja anggota dewan nantinya. 

"Sangat keliru. Sebab semua Perda itu penting. Makanya direncanakan selama 1 tahun, dengan skala prioritas mana yang dibahas lebih dulu, lalu yang lain dan seterusnya hingga selesai semua," jelasnya.

Diketahui, banyak Raperda mengantri untuk di undangkan, seperti Perda Pengelolaan dan Penyelenggaran Pendidikan, Perda Ketahanan Keluarga, Perda Penyelenggaraan Pariwisata, Perda Pembangunan Budaya Integritas. Tetapi hingga kini belum bisa di sahkan, karena disebabkan kinerja DPRD yang dinilai kurang produktif. (ak)