Waduh! Rumah Makan Hingga Pertokoan Disekitar Bandara Soetta Diduga Curi Listrik 

Waduh! Rumah Makan Hingga Pertokoan Disekitar Bandara Soetta Diduga Curi Listrik  (Personel mitra PLN Distrik Sepatan saat melakukan sidak di Jl. Marsekal Surya Darma M1, Bandara Mas, Neglasari, Kota Tangerang, Selasa (2/6/20)/SBN)

NONSTOPNEWS.ID -  Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distrik Sepatan memperoleh fakta mencengangkan. Bagaimana tidak, 50 persen pelanggan ternyata mencuri listrik.  

Saat sidak tersebut, mulai rumah makan, tempat usaha hingga pertokoan di sepanjang KM1, di depan Gerbang TOD M1, Bandara Soekarno-Hatta, banyak ditemukan pelanggaran. 

Pelanggaran yang dimaksud yakni adanya pencurian listrik untuk memperbesar daya dengan merusak segel. Cara ini populer disebut los meter.

Hal tersebut diungkapkan Rama, pegawai PT Graha Bara Lestari sebagai mitra PLN Distrik Sepatan saat melakukan sidak di Jl. Marsekal Surya Darma M1, Bandara Mas, Neglasari, Kota Tangerang, Selasa (2/6/20).

Rama mengatakan, pada sidak ini pihaknya membawa 36 personel dari anggota P2TL yang dibentuk menjadi 18 tim, dibantu satu anggota Brimob dari Polda Metro Jaya. Sidak ini berfokus mengontrol semua boks KWH (meteran listrik) rumah makan, pertokoan, dan tempat usaha disekitar Bandara Soekarno-Hatta.

“Kita dari PT Graha Bara Lestari sebagai mitra PLN Distrik Sepatan Tangerang setiap hari keliling melakukan pengawasan penggunaan listrik karena masih saja ada segelintir oknum yang mencari keuntungan dengan melakukan pencurian listrik,” ucap Rama.

Rama menerangkan, khusus di kawasan pengawasan PLN Sepatan ditemukan 50 persen pelanggaran berupa pencurian listrik di sejumlah tempat sehingga perlu sering dilakukan sidak untuk mencegahnya.

Ia pun menuturkan, pihaknya akan memeriksa instalasi meteran listrik dengan alat pengukur dan pembatas listrik, kemudian mencatat hasil pemeriksaannya serta memberikan peringatan dan tindakan tegas untuk setiap pelanggaran.

Selain untuk mendeteksi kecurangan, lanjut Rama, dengan alat tersebut pihaknya bisa mengetahui apakah instalasi meteran listrik di rumah pelanggan masih berfungsi dengan baik atau tidak.

“Tindakan tegas nanti kita lakukan dengan langkah perdata atau pembayaran denda. Masyarakat yang terjaring melakukan pelanggaran harus menyelesaikannya di kantor PLN Distrik Sepatan. Aksi pencurian listrik ini, selain menimbulkan kerugian besar bagi negara, juga mengganggu pasokan listrik kepada pelanggan yang lain,” jelas Rama.

Rama juga menegaskan, jika dalam hal ini ada petugas P2TL PLN yang nakal bekerja sama dengan pencuri listrik, perusahaannya akan menindak tegas dengan memberhentikan secara tidak hormat.

Namun, anggapan pencurian ditepis oleh Toni (38), pegawai salah satu warung makan di Jalan Marsekal Surya Darma M1, Bandara Mas. Ia sangat menyayangkan kedatangan petugas PLN ke lokasinya dengan alasan memeriksa penggunaan aliran listrik dan mengatakan ada kecurangan pada KWH di tempatnya.

Menurutnya, setiap hari selalu ada petugas harian yang melakukan pemeriksaan kilometer dan ada laporan setiap hari.

“Kan selalu diperiksa setiap hari, kenapa tidak ada laporan dari dulu kalau di sini ada kecurangan? Tidak dengan mendadak seperti ini,” tegasnya.

Ia pun menyatakan bersedia untuk mengikuti semua aturan dari PLN dan berharap tidak dilakukan pemutusan listrik.

“Ekonomi lagi susah. Kalau listrik mati, gimana kami mau usaha?” katanya.

Toni menambahkan, jika aliran listrik miliknya diputus oleh pihak PLN, ia akan nekad mengikuti permainan oknum-oknum yang bermain di lokasi tersebut.

“Kalau mau buka-bukaan, masih ada sih oknum-oknum petugas pengawasan PLN yang menawarkan kerjasama sehingga kilometer aliran listrik tidak diputus walau keadaan los aliran langsung,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap pihak PLN Distrik Sepatan bisa benar-benar menjalankan fungsi pengawasan apalagi jika ditemukan sampai 50 persen pelanggan yang mencuri listrik di kawasan ini.

Endro, Asmen P2TL Distrik Sepatan, belum memberikan komentar ketika dikomfirmasi oleh wartawan karena sedang rapat.
(Suarabantennews/RK)