Ungkap Kasus Mafia Tanah, 15  Anggota Polres Jakbar Raih Penghargaan

Ungkap Kasus Mafia Tanah, 15  Anggota Polres Jakbar Raih Penghargaan (Nonstopnews.id/wr)

JAKARTA - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil-BPN) Provinsi DKI Jakarta memberikan penghargaan kepada 15 anggota polisi yang bertugas di Polres Metro Jakarta Barat.

Pemberian penghargaan secara simbolis itu terkait keberhasilan dalam mengungkap kasus mafia tanah diwilayah hukum tersebut.

"Kami mengapresiasi kerja keras ke-15 anggota berprestasi tersebut. Jangan berhenti sampai disini," ujar Jaya selaku Kepala BPN DKI Jakarta di Hotel Mega Anggrek, Rabu(19/12/2018).

Diungkapkan Jaya, penghargaan ini tak sebanding dengan kerja keras petugas kepolisian resor Jakarta Barat dibawah Komando Kapolres, Kombes Pol, Hengki Haryadi dalam pengungkapan kasus mafia tanah.

"Terima kasih Pak Kapolres yang sudah memimpin pengungkapan kasus mafia tanah dan pemberantasan premanisme. Penghargaan ini tak sebanding dengan  kerja keras yang dilakukan oleh rekan-rekan," ungkap Jaya.

Menurut Jaya, mafia tanah di beberapa tempat masih banyak dan mereka beraksi dengan modus berbeda. Mereka menduduki tanah kosong lalu membuatkan  sertifikat dengan cara ilegal.

“Modusnya membuat surat tanah  bodong, surat penguasaan tanah lalu menduduki lahan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, mengatakan pihaknya pertengahan Nopember 2018 lalu menangkap puluhan preman yang sebagian besar dikenal sebagai residivis kasus narkoba. 

"Saya perintahkan anggota  tangkap mereka yang sudah merugikan masyarakat. Saya bilang, siapa pun orang di belakang mereka jangan gentar," tegas Hengki yang sebelum pernah menjabat Kasat Reskrim di Polres Metro Jakarta Barat itu.

Puluhan preman itu ditangkap anggota Unit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat, dipimpin Kasat Reskrim, AKBP Edi Suranta Sitepu dan Kanit Kriminal Umum, AKP Rullian Syauri di Komplek Seribu Ruko Cengkareng dan di 2 tempat di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.

"Saya yakin, kalau saat itu tidak bergerak, kelompok lain akan berbuat sama,” tandas Kapolres.(wr/hw)