Tol Serpong-Kunciran yang Diresmikan Jokowi Masih Banyak 'Tagihan' Dengan Warga

Tol Serpong-Kunciran yang Diresmikan Jokowi Masih Banyak 'Tagihan' Dengan Warga
Tol Serpong-Kunciran yang Diresmikan Jokowi Masih Banyak 'Tagihan' Dengan Warga
(Kibo-nonstopnews.id)

NONSTPNEWS.ID - Pasca diresmikan   Presiden Jokowi, Jumat (6/12/19) kemarin, Tol Kunciran-Serpong ternyata masih banyak terdapat ganjalan dan menimbulkan kecemasan warga perumahan Regency Melati Mas RT. 002/11 Jelupang, Serpong Utara Tangerang Selatan (Tangsel).

Pasalnya PT. Marga Trans Nusantara (MTN) selaku pemegang hak konsorsium Jalan Tol Kunciran Serpong yang dibentuk oleh Grup Astra dan Jasa Marga Tbk (JSMR) belum membangun kembali tembok pembatas dan jalan warga yang terkena gusur sesuai perjanjian.

Tembok pembatas sepanjang 60 meter dengan tinggi 3 meter dan jalan warga di dalam komplek dengan saluran got terputus hingga kini. Padahal sebelum proyek tol tersebut dibangun permanen, tak ada masalah.

Pengurus RT 002/11 Yusri Syarif mewakili seluruh warga yang tinggal di perumahan tersebut telah melayangkan surat himbauan dengan ditandatangani oleh Lurah setempat agar PT. MTN segera menyelesaikan atau mencari solusi terkait hal itu dengan membangun kembali tembok pembatas komplek perumahan dan jalan warga dari bulan September 2019.

"Hingga detik ini belum ada tindak lanjut yang pasti terkait hal tersebut. Masa batas komplek kami adalah dinding rumah warga," ujar pria yang juga ketua RT 002/11 Regency Melati Mas.

Lanjutnya, pintu gerbang tol Jelupang Utara sekitar 100 meter dari apartemen baru Amazana, juga terhubung ke akses jalan komplek perumahan Regency Melati Mas maupun perumahan Griya Asri. Dengan tersambungnya akses jalan tersebut, Taman Pemakaman Umum Griya Asri saat ini maupun kedepannya akan bertambah macet dan ramai.

Yusri mengharapkan untuk menghindari kecelakaan karena arus kendaraan masuk dan keluar pintu tol Jelupang Barat kedepannya pasti lebih meningkat, alangkah baiknya dipikirkan membuat polisi tidur atau lampu merah serta rambu lalu lintas di dekat lokasi jalan menuju pintu gerbang tol Jelupang Utara.

“Terdapat banyak sekolah dari SD, SMP, SMA di sekitar lokasi sehingga memberikan rasa nyaman dan aman untuk siswa-siswi yang berangkat dan pulang sekolah," tandasnya.

Diketahui, tol Kunciran-Serpong dioperasikan PT Marga Trans Nusantara (MTN) dengan menelan dana sekitar Rp 2 triliun. Rinciannya, nilai kontrak paket I Rp 1,4 triliun, sedangkan paket II senilai Rp 600,3 miliar. (kibo)