Tingkatkan Kualitas Hidup Bersih Masyarakat, DBPR Tangsel Bangun IPAL D Berbasis Sanimas

Tingkatkan Kualitas Hidup Bersih Masyarakat, DBPR Tangsel Bangun IPAL D Berbasis Sanimas ()

NONSTOPNEWS.ID - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) terus   meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat masyarakat Kota berjuluk Cerdas Modern Religius (Cmore). Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah terus berinovasi dan bekerjasama bersama masyarakat. 

Salah satu upaya yang dilakukan ialah, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL D) Komunal melalui program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), yang pendanaannya, dilakukan oleh Islamic Development Bank (IDB), Kamis (2/5/2019) lalu.

Pembangunan Sanimas IDB ke-12 yang terletak di Kampung Parigi Rt 04/10, Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong tersebut dilakukan sejak 2018, dan mendapatkan respon positif dari masyarakat, serta telah resmi digunakan.

Dalam peresmiannya, hadir Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Asisten Daerah (Asda) II Kota Tangsel, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Banten, serta Kepala Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangsel.

Dalam sambutannya,  Kepala DBPR Tangsel Dendi Priyadna menyatakan, pihaknya akan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain  dalam pengawasan dan pemeliharaan Sanimas IDB guna mewujudkan masyarakat yang bersih dan sehat. Dirinya turut mengoptimalkan Kelompok Pengawasan dan Pemeliharaan (KPP).

“Dalam pelaksaan operasional dan pemeliharaan (Sanimas), selanjutnya kami juga melibatkan OPD lain, terutama Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta), Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak  dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB). Sedangkan untuk tahun 2018, (Sanimas yang terbangun) sudah 12 titik, dan untuk tahun 2019, kita berencana akan membangun 9 titik,” kata Dendi.

Menurutnya, dengan pengawasan kualitas air, pembuangan secara berkala, monitoring pemberdayaan, serta informasi lokal yang termasuk kategori rawan sanitasi dan air bersih tetap harus berintegrasi dengan OPD lain.

“Saya berharap, kedepannya KPP selaku operator, dapat melakukan terobosan-terobosan, bagi pengembangan dan terutama pemeliharaannya,” pungkasnya.

Hal senada yang disampaikan oleh Asda Retno Purwati mengatakan, pihaknya yang mewakili Walikota Tangsel sangat berterimakasih terhadap bantuan yang diberikan. Dirinya berharap, bantuan untuk pembangunan sanitasi tersebut, dapat dikelola dan diberdayakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Bantuan yang telah diberikan oleh hasil kerjasama Kota Tangsel dengan Dirjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang didanai oleh Islamic development Bank (IDB), melalui skema bantuan langsung masyarakat, yang dikelola oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), mereka telah banyak membantu Tangsel. Sekarang kita telah mendapatkan bantuan septictank  dan yang perlu dipikirkan adalah, bagaimana mengelolahnya. Oleh karena itu, masyarakat butuh sosialisasi, saya berharap dinas terkait dapat memberikan sosialisasi yang tepat sasaran sehingga masyarakat kita mengerti cara pengelolaan Sanimas IDB ini,” tegas Retno.

Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Banten, Rozali Indra Saputra menjelaskan, sarana dan prasarana sanitasi yang baik, mampu memberi dampak dalam meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat, dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Selain itu, pengelolaan limbah domestik (yang baik) pun, dapat mengurangi masalah pencemaran sungai.

“Sarana dan prasarana sanitasi yang baik, mampu memberi dampak dalam meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat, dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Selain itu, pengelolaan limbah domestik (yang baik) pun, dapat mengurangi masalah pencemaran sungai,” kata Rozali

Rozali menambahkan, perubahan perilaku manusia menjadi tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia

“Masalah sosial  dimana masyarakat yang masih buang air besar sembarangan, tentunya menjadi perilaku buruk, perilaku seperti ini meski kita rubah dengan cara membuat sanitasi yang baik,” pungkasnya.
(ADV)