Tiket Pesawat Mahal, Sopir Bus Girang

Tiket Pesawat Mahal, Sopir Bus Girang (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Harga tiket pesawat mahal. Banyak pemudik beralih ke bus untuk mudik dengan tujuan kota di jawa dan jalur Sumatera. 

"Ini berkah kami bang. Jadi banyak sewa," tegas Bertus, sopir bus Jakarta-Medan saat ditemui di terminal Poris Plawad, Kamis (30/5/). 

Menurutnya, sejak tiket pesawat murah perusahaan bus amburadul alias sepi penumpang.

"Sewa sepi dan banyak perusahaan bus tutup. Jangankan untung buat beli solar aja kalau narik kurang," akunya.

Penumpang tujuan Pati Jateng, Khamim mengatakan, harga tiket bus yang hampir mencapai Rp 500 ribu masih tergolong murah ketimbang naik pesawat.

"Saya naik bus Haryanto tujuan Pati harga 490 ribu, mahal kalo dibilang. Tapi udah biasa kalo lebaran," ujarnya.

Diketahui, enam hari jelang lebaran Idul Fitri (H -6) harga tiket pesawat terus meroket, bahkan cenderung tidak masuk akal.

Di agen penjualan online Traveloka harga tiket pesawat untuk keberangkatan 31 Mei 2019 rute Jakarta-Medan dijual dengan harga paling murah Rp 3,7 juta untuk kelas ekonomi.

Penerbangan ini menggunakan maskapai Lion Air dan harus transit di Kuala Lumpur untuk ganti pesawat Batik Air. Jika kelas ekonomi habis, ada kelas bisnis pada rute yang sama dijual Rp 9,9 juta.

Lebih parah lagi bila terbang dari Bandung ke Medan, tiketnya Rp 13,4 juta sampai Rp 21,9 juta untuk penerbangan menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Untuk mengakali mahalnya harga tiket ini, pemudik harus ada usaha ekstra, yaitu terbang lewat Kuala Lumpur yang kelas ekonominya masih tersedia.

Jadi, pemudik terbang ke Kuala Lumpur, dari Kuala Lumpur baru terbang ke Medan atau tujuan lain di Sumatera. Waktu yang dihabiskan memang lebih lama karena ada jeda transit dan ganti pesawat, tapi biaya yang dihemat cukup lumayan.