Tiga Saksi Atas Kasus Suap Bupati Labuhanbatu Bakal Diperiksa KPK

Tiga Saksi Atas Kasus Suap Bupati Labuhanbatu Bakal Diperiksa KPK (Jurubicara KPK, Febri Diansyah/net)

JAKARTA - Dua Pegawai Negeri Sipil dan satu pegawai swasta yakni Hairul Pakhri Siregar (Plt. Kepala Dinas PUPR Labuhanbatu) dan Masnoni Tambunan (ASN BPKAD Labuhanbatu), Hendri Syaputra Daulay akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus dugaan suap terhadap Bupati (nonaktif) Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pangonal Harahap di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemanggilan terhadap ketiga saksi tersebut merupakan pendalaman kasus dugaan suap atas Bupati Labuhanbatu.

"Kita sudah memberikan surat pemanggilan terhadap tiga saksi untuk dimintai keterangan terkait suap tersebut," ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya, Kamis(18/10/2018).

Pangonal sendiri tertangkap tangan oleh KPK dengan barang bukti yaitu transaksi dana Rp. 500 juta terkait proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Labuhanbatu TA 2018.

Pangonal ditetapkan tersangka oleh KPK bersama Umar Ritonga yang merupakan orang kepercayaan Pangonal. Bukan hanya itu saja, KPK juga menetapkan pemilik PT Binivan Konstruksi, Abadi Effendy Sahputra sebagai tersangka kasus tersebut.

KPK menduga ada pemberian uang dari Effendy Sahputra kepada Pangonal. Bukti transaksi uang itu diduga merupakan bagian dari pemenuhan permintaan Pangonal yang berjumlah sekitar Rp 3 miliar

Sebagai pencairan dana pembayaran proyek pembangunan RSUD Rantau Prapat.(hw)