Terharu..!  Anak Yatim Piatu asal Cikeusik Ini Akhirnya Bisa Operasi Tumor Gratis 

Terharu..!  Anak Yatim Piatu asal Cikeusik Ini Akhirnya Bisa Operasi Tumor Gratis  ()

PANDEGLANG - Dinas Kesehatan Pandeglang dan pemrov Banten merespon cepat terhadap Saroh (9), warga desa Rancaseneng Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, yang menderita tumor di bagian bokongnya.

“Insya Allah terhadap tumor yang diderita Saroh, akan dilakukan operasi pada hari Selasa tanggal 9 Oktober 2018,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten. M. Yusuf, di Serang, (6/10/2018).

Saroh merupakan bocah yatim piatu. Ayah dan ibunya sudah meninggal dunia sejak lahir. Sebenarnya, benjolan pada bokong Saroh sudah ada sejak usia dua bulan. Tetapi, karena keterbatasan biaya dan kurang diurus, benjolan tersebut membesar sejak usia tiga tahun.

Penanganan kasus bocah malang itupun menurut Yusuf, dilakukan secara terkoordinasi antara bidan desa (puskesmas cikeusik) , kepala desa, pihak kecamatan Cikeusik, pemerintah kabupaten Pandeglang dan pemerintah provinsi Banten. 
           
Yusuf menjelaskan, koordinasi dimulai pada tanggal 31 Agustus 2018, bidan desa Rancasenang memberikan pemahaman (edukasi) kepada keluarga, supaya Saroh diobati di Rumah Sakit. Upaya tersebut berhasil, selanjutnya Saroh di bawa ke RSUD Berkah Pandeglang. Di RSUD Berkah Pandeglang, dilakukan berbagai pemeriksaan kesehatan. 
           
"Tanggal 3 September 2018, kami berangkat ke RSUD Berkah Pandeglang (RS Tipe C), bertemu dokter bedah dan diperiksa ternyata, disana Saroh harus  dirujuk ke RSUD Banten (RS tipe B)  karena tidak ada alat," jelas Yusuf. 
  
Setelah intensif diurus dinkes Pandeglang dan pemrov Banten, akhirnya pada tanggal 5 Oktober 2018 dilakukan pemeriksaan oleh dokter Spesialis Anastesi. Hasilnya, tim dokter sepakat untuk dilakukan operasi terhadap Saroh. 

“Hari ini, tanggal 6 Oktober 2018, mulai dilakukan perawatan terhadap Saroh,” kata Yusuf. Selanjutnya, tambahnya, akan dilakukan operasi pada Selasa tanggal 9 Oktober 2018. 
         
Tindakan selanjutnya adalah pemeriksaan tumor yang diderita Saroh. 

“Bila tumor jinak, akan dilakukan perawatan oleh RSUD Banten. Namun, bila dinyatakan ganas, penanganan Saroh akan dirujuk ke RS Kanker Dharmais, Jakarta(RS Tipe  A), ” kata Yusuf seraya menegaskan bahwa setiap tindakan yang dilakukan terhadap Saroh seluruhnya dalam pengawasan Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Bupati Pandeglang, Irna Narulita. (*/red)