Tergoda Ingin Punya iPhone X, Karyawan Bank Bobol ATM Milik Nasabahnya

Tergoda Ingin Punya iPhone X, Karyawan Bank Bobol ATM Milik Nasabahnya ((istimewa))

BANDARA - Tergoda ingin memiliki telpon genggam mewah,  Frans Faisal Rachman, (23), karyawan bagian teller di Kantor Cabang Pembantu Bank Negara Indonesia (KCP BNI) Bandara Soekarno Hatta (Soetta) ditangkap polisi karena membobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik nasabahnya.

Kapolsek Tangerang Kota, Ewo Samono, Rabu (12/9/2018), mengatakan penangkapan terhadap teller Bank BNI tersebut berawal dari laporan Parawati, (40), warga asal Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung yang kehilangan ATM di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta pada 31 Agustus 2018 lalu.

Pasalnya, ketika korban mengecek saldo di rekening tabungannya, uang sebesar Rp 45 juta yang ada di dalam tabungan tersebut sudah lenyap. Begitu dilihat melalui fasilitas online, M-Banking, diketahui bahwa ATM miliknya yang hilang sudah digunakan oleh seseorang untuk berbelanja beberapa barang di Mal TangCity, Kota Tangerang.

"Korban baru sadar ATM-nya hilang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, setelah pulang ke Bangka Belitung. Dan kehadirannya di Bandara itu untuk melakukan perjalanan pengobatan kesehatan di Jakarta," ujar Ewo.

Setelah dilakukan penyelidikan hingga ke salah satu gerai telpon genggam di Mal TangCity, kata Ewo, pemilik toko membenarkan bahwa ATM milik korban pernah dibelanjakan dua unit telpon genggam merk iPhone X di toko tersebut.

Bahkan dua unit HP yang sudah dibeli pelaku itu, pernah akan dijual kembali ke toko tersebut dengan cara mengkonfirmasinya terlebih dahulu via telpon.

''Saat didatangi, kami minta kepada pemilik toko agar berpura-pura bersedia untuk membeli kembali telpon yang ditawarkan pelaku,” tutur Ewo.

Dalam waktu tidak lama, pelaku yang tinggal di Jalan Beringin, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, bersama istrinya datang toko tersebut. Sehingga oleh petugas, pelaku langsung  dibekuk dan digelandang ke Polsek Tangerang Kota untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Pelaku, kami tangkap pada 9 September 2018, ketika itu Ia akan menjual kembali telpon genggamnya yang sudah dibeli di toko itu," ucap Ewo.

Ewo menjelaskan pelaku mendapatkan ATM milik korban dari seseorang yang menemukannya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Namun oleh pelaku, ATM itu tidak diberikan ke pihak bank. Melainkan langsung dicek tanggal lahir milik korban yakni tanggal, bulan, dan tahun lahir itu digunakan oleh korban sebagai Pin ATM miliknya.

"Awalnya ia mencoba pin itu dari tanggal lahir korban. Begitu cek dan bisa, pelaku mengambil uang tunai Rp 1 juta dari ATM tersebut," kata Ewo.

Selebihnya, kata Ewo, ATM itu digunakan oleh pelaku untuk belanja barang, termasuk kebutuhan sehari-hari.

Barang bukti yang disita petugas dari pelaku, kata Ewo, berupa dua lembar rekening koran bank, dua unit telpon genggam dan dua pasang sepatu dan sandal. (*/red)