Temuan Ribuan KTP di Kebun Bambu, Ini Kata Disdukcapil Serang 

Temuan Ribuan KTP di Kebun Bambu, Ini Kata Disdukcapil Serang  ((istimewa))

SERANG - Setelah heboh ditemukannya ribuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh warga di kebun bambu Kampung Banjarsari, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Senin, (10/9/2018), membuat pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang angkat bicara. 

Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Asep Saepudin Mustafa menjelaskan, asal muasal kejadian tersebut terjadi saat adanya proses merapikan ruang yang biasa dipakai gudang atau tempat penyimpanan barang yang tidak terpakai. 

"Ruang gudang tersebut akan digunakan. Akibat ketidakpahaman, kemudian dokumen kependudukan tersebut dibuang oleh oknum staf kecamatan ke tempat pembuangan sampah secara sembarangan," kata Asep melalui keterangan tertulis yang diterima,  Rabu (12/9/2018).

Dirinya pun menambahkan bahwa ribuan  fisik KTP-el itu adalah barang yang salah cetak serta yang sudah tidak terpakai karena ada pergantian data kependudukan warga.

"Rencananya dulu mau kami kirim ke Kemendagri. Namun sejak 2016, Kemendagri tidak menerima karena gudangnya penuh dari pengiriman se-Indonesia. Fisik KTP-el atau KK yang sudah tidak terpakai kemudian disimpan di gudang Disdukcapil dan kantor kecamatan,”paparnya.

Hingga kini, belum diketahui siapa oknum petugas yang membuang KTP berlogo Kabupaten Serang ini. Ribuan KTP-el tersebut sudah diamankan pihak  Disdukcapil Kabupaten Serang. 

Asep menyebutkan, untuk total terdata sebanyak 2.910 keping KTP dan 9 kartu keluarga (KK). Sebanyak 2.910 keping tersebut terdiri diantaranya 513 KTP manual (KTP lama bukan KTP-el), dan 111 KTP-el rusak secara fisik.

Pihaknya juga melakukan uji data dengan alat pembaca (reader) terhadap 4 KTP-el dan 9 kartu keluarga. Semua sudah tidak berlaku (tidak aktif) atau KTP-el dan KK yang tidak digunakan karena telah dilakukan pergantian akibat perubahan data penduduk yang bersangkutan. 

"Misalnya, atas nama Asan, melakukan pergantian fisik KTP-el karena mengubah jenis pekerjaan dari wiraswasta menjadi kepala desa. Atas nama Suharyati, melakukan pergantian fisik KTP-el karena mengubah status perkawinan," bebernya. 

Agar kejadian ini tidak terulang, sambung Asep, pihaknya akan melakukan rapat bersama pemerintah kecamatan. Pihaknya juga akan menarik semua fisik KTP-el dan KK yang sudah tidak berfungsi atau tidak terpakai ke kantor Disdukcapil Kabupaten Serang.

“Kami berterima kasih kepada Dandim Serang dan Kapolres Serang yang turut mengamankan barang-barang tersebut dan telah diserahkan kembali kepada kami. Alhamdulillah barang-barang tersebut berada di pihak yang sangat bertanggungjawab,” pungkas Asep. (red)