Telan 200 Miliar Gedung DPRD Tangsel Mangkrak, Dari Daftar Hitam Hingga Temuan BPK

Telan 200 Miliar Gedung DPRD Tangsel Mangkrak, Dari Daftar Hitam Hingga Temuan BPK (Nonstopnews.id)

TANGSEL - Mangkraknya Gedung DPRD Tangsel, membuat Ikatan Alumni Sekolah Anti Korupsi (IKA-SAKTI), berunjuk rasa di pintu masuk 'Kontrakan' wakil rakyat, di Gedung IFA, Jalan Raya Viktor-BSD, Tangsel.

Puluhan orang yang berorasi, menuntut DPRD Tangsel memanggil Walikota Tangsel dan Wakil Walikota Tangsel, untuk mempertanggungjawabkan anggaran yang sudah digelontorkan untuk pembangunan Gedung DPRD tersebut.

"DPRD Tangsel harus melakukan tugas dan fungsinya dalam pengawasan. Sudah tiga tahun, Gedung DPRD yang dianggarkan oleh pemerintah belum juga selesai, sampai saat ini," kata Koordinator Aan Widya Junianto dalam seruan aksinya, Senin (8/10/2018).

Aan menambahkan, sampai saat ini, pemerintah sudah mengeluarkan dana sekira Rp 200 Miliar, sejak tahun 2016 lalu.

"Anggaran sejak 2016 itu sudah sekitar 200 Miliar. Bagaimana pekerjaannya? Sampai sekarang tidak selesai. Belum lagi, adanya perusahaan yang masuk dalam Daftar Hitam di Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/jasa Pemerintah (LKPP), dan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kemana peran DPRD sebagai fungsi pengawasan," tambahnya.

"Kami menuntut agar DPRD tidak mendiamkan mangkraknya proyek itu. Mendesak DPRD agat segera menempati gedung baru. Menolak anggaran pembangunan Gedung DPRD tahun 2019. Mendesak Walikota mencopot Kepala Dinas Bangunan dan Tata Ruang," pungkasnya.

Berdasarkan data yang dibawa oleh IKA-SAKTI, perusahaan yang masuk dalam Daftar Hitam LKPP adalah PT. Mitra Gusnita Nanda pada Agustus 2014 dengan masa waktu 2 tahun, tidak dapat mengikuti lelang, karena dianggap wanprestasi dalam pengerjaannya.

Sementara yang menjadi temuan BPK ialah, PT. Citra Agung Utama, pada 2017 lalu, dalam pengerjaannya, terdapat selisih sekira Rp 2 Miliar, dalam pelaporan dan hasil pekerjaannya yang menelan anggaran sekira Rp 36 Miliar.

Saat ini, puluhan anggota kepolisian Sektor Serpong masih berjaga-jaga, dibantu oleh keamanan Gedung IFA.

Di lokasi yang sama, Ketua DPRD Tangsel Mochammad Ramlie menyatakan, pihaknya memiliki perasaan yang sama dengan masyarakat. Dirinya beserta anggota DPRD Tangsel lainnya pun, menghendaki untuk segera menempati gedung yang baru.

"Perasaan saya sama dengan teman-teman. Saya dan kawan-kawan DPRD lainnya juga sudah tidak betah disini (Gedung IFA). Saya juga sudah kepengen pindah. Kalomasalah mendesak Walikota, kita juga udah sering ngasihtau, udah sering marah-marahin dinas," tutur Ramlie. (ak)