Tekan Angka Kemiskinan,  Wagub Minta DPRD Banten Setujui Penambahan Anggaran Jamsosratu

Tekan Angka Kemiskinan,  Wagub Minta DPRD Banten Setujui Penambahan Anggaran Jamsosratu ((istimewa))

SERANG -  Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta DPRD Banten untuk menyetujui rencana pengajuan anggaran bantuan sosial Jamsosratu pemprov Banten tahun 2019 mendatang. Menurut Andika, Jamsosratu terbukti berperan menekan angka kemiskinan dan sangat dirasakan manfaatnya oleh warga miskin di Banten.

“Secara keseluruhan jumlah RTS Jamsosratu di Kabupaten Lebak tahun ini adalah 8 ribu dari yang di tahun sebelumnya sekitar 14 ribu,” kata Andika.

Selain penurunan jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS), penurunan juga terjadi pada nominal yang diberikan kepada RTS, yakni dari tahun sebelumnya yang sekitar Rp 2,25 juta, tahun ini menjadi Rp 1,66 juta.

Hal tersebut disampaikan Andika dalam sambutannya pada acara pembagian bansos Jamsosratu 2018 kepada rumah tangga sasaran di Kabupaten Lebak, di Gedung As Sakinah, Rangkasbitung, Kamis (6/9/2018).

Pada kesempatan tersebut dibagikan bansos Jamsosratu senilai Rp 1,66 juta yang dibagi ke dalam dua tahap kepada sekitar 1.000 warga RTS di Kabupaten Lebak.

Penurunan-penurunan yang berlaku untuk seluruh kabupaten/kota penerima program Jamsosratu tersebut, lanjutnya, disebabkan oleh ketersediaan anggaran yang dimiliki dan prioritas pembangunan pemprov Banten yang tahun ini tengah fokus membangun infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Meski begitu, Andika melanjutkan, pemprov Banten berkeinginan agar mulai tahun 2019 jumlah RTS penerima Jamsosratu dan besaran nominalnya bisa kembali bertambah.

Hal itu didasarkan kepada bukti berupa Jamsosratu ikut berperan menekan angka kemiskinan, serta dampak positif yang dirasakan warga RTS penerima program milik Dinas Sosial Pemprov Banten tersebut.

“Oleh karena itu kepada anggota DPRD Banten yang kebetulan juga hadir hari ini, saya meminta agar kalau nanti kami eksekutif mengajukan penambahan anggaran terkait Jamsosratu agar bisa dipertimbangkan,” kata Andika.

Terkait penurunan angka kemiskinan, Andika merujuk kepada data BPS atau badan pusat statistik Banten yang menyebutkan jika angka kemiskinan di Banten menurun, yakni yang pada tahun 2003 di angka 9 persen, pada tahun 2018 menjadi sekitar 5 persen.

Adapun mengenai dampak positif yang diterima warga RTS penerima program, Andika secara langsung menanyai perwakilan warga RTS penerima program saat memanggil mereka ke atas podium.

Seorang ibu perwakilan RTS penerima program tersebut bahkan tampak tak kuasa menahan haru saat ditanya manfaat Jamsosratu yang diterimanya. Ibu tersebut menangis dipelukan Andika seraya mengatakan, keluarganya merasa sangat terbantu dengan program tersebut untuk membantu biaya keperluan anak sekolah dan memenuhi  kebutuhan hidup sehari-hari.

Meski begitu, Andika tak lupa kembali mengingatkan warga RTS penerima program Jamsosratu untuk tidak menggunakan uang untuk keperluan konsumtif.

Wakil Ketua DPRD Banten Adde Rosi Cherunnisa usai acara kepada pers berjanji untuk mengawal penambahan anggaran jumlah RTS penerima Jamsosratu serta besaran nilainya di APBD 2019.

“Sesuai dengan kewenangan kami di bidang budgeting, kami pastikan akan mengawal ini,” katanya. (*/red)