Teganya, KPM Sembako di Lebak Sempat Terima Telur yang Dilarang Dijual 

Teganya, KPM Sembako di Lebak Sempat Terima Telur yang Dilarang Dijual  (Ilustrasi/ist)

NONSTOPNEWS.ID - Dinas Pertenakan Lebak menemukan peredaran telur Hatching Egg (HE) atau telur breeding (telur tetas) di wilayah Kabupaten Lebak. 

Hal itu tertuang dalam isi surat laporan peredaran telur HE yang dilaporkan kepada Dinas Pertanian Provinsi Banten. Disebutkan tiga kecamatan yang ditemukan peredaran telur HE atau telur infertil yakni Kecamatan Cijaku, Cigemlong dan Wanasalam yang dilarang keras untuk diperjualbelikan. 

Sebelumnya isu yang beredar di pemberitaan ditemukannya telur HE beredar di agen E-Warong BPNT yakni program Bantuan Sembako Pangan (BSP) di beberapa wilayah di Kabupaten Lebak. 

Dinas Pertenakan Uji Sampel Telur

Dari informasi yang diterima wartawan, Dinas Peternakan Kabupaten Lebak telah melakukan uji sampel pada telur HE tersebut pada agen E-Warong. Hal itu dibenarkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cijaku, Arifin. 

Menurut Arifin, Dinas Pertenakan Lebak telah melakukan pengawasan uji sampel telur HE kepada agen E-Warong program BPNT di salah satu agen di Desa Kandang Sapi Kecamatan Cijaku. 

"Jadi memang gini. Waktu itu agen pengadaannya dari mamah Bedah ketua Apdesi Lebak. Terkait pengadaan itu bukan saya lepas dari pengawasan atau kontrol dari TKSK yah, karena kalau melihat dari notanya itu kan telur komersil. Jadi saya kan tidak punya alat uji coba, adapun misalkan telur itu sudah beredar telur HE saya tidak tau," tutur Aripin melalui sambungan seluler. Selasa, (19/5/2020). 

Arifin menjelaskan, soal pengadaan komoditi program BSP atau BPNT itu pada agen E-Warong dirinya hanya berpatokan pada nota pengadaan. 

"Dari yang saya lihat nota pengadaan barang kan bukan telur HE pokoknya telur komersil. Oleh mungkin itu kelalayan lah yah untuk saya sebagai TKSK, tapi adapun informasi dari Dinas Peternakan itu harusnya kan ke mamah Bedah. Kan informasinya ngambilnya dari Pokpan. Jadi seharusnya sanksinya juga kepada pengadaan barang yah jangan ke pembeli. Kalaupun pembeli tau itu telur jelek pasti di tolak sama agen," jelasnya. 

Ia mengatakan, sebagai TKSK di Cijaku hanya mengawasi 12 agen E-Warong dari 10 desa di Kecamatan Cijaku. Menurutnya, hanya satu agen di Kecamatan Cijaku yang dilakukan uji sampel oleh Dinas Pertenakan Lebak. Ia juga mengklaim bahwa di desa lainnya tidak ada masalah. 

Agen E-Warong Membenarkan Uji Sampel Telur

Wartawan mencoba mengkonfirmasi agen E-Warong Naura di Desa Kandang Sapi yang informasinya menerima barang telur HE. Agen tersebut membenarkan kalau di tempatnya dilakukan uji sampel telur HE. 

"Iya benar ada udah uji sampel ke agen saya, kemarin itu yang datang cuma dari dinas peternakan dan dari anggota Dewan Kabupaten Lebak. Saya hanya  menerima dan saya distribusikan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM/Red), yang bagus saya kasih dan yang rusak saya ganti kang," ujar Uus melalui pesan WhatsApp. 

Agen tersebut tidak bisa memastikan bahwa yang diterimanya telur HE atau bukan. Karena menganggap dirinya hanya menerima barang komoditi saja. 

"Kalo soal isu itu memang benar ada isu seperti itu, tapi kalau benar apa tidaknya yan beredar itu telur HE saya kurang tau, karena tidak punya kemampuan untuk mengetes itu. Yang ngirimnya mamah Bedah, kalau telurnya darimana saya kurang tau," ungkapnya. 

Terpisah, salah satu agen E-Warong di Desa Mekarjaya Kecamatan Cijaku. Tata mengaku bahwa ditempatnya tidak dilakukan uji sampel telur HE oleh Dinas Pertenakan Lebak tapi oleh Polsek Cijaku. 

"Di tempat saya engga, yang ada Distanak itu ke agen E-Warong Kandang Sapi, kalaupun saya tau itu telur HE pasti saya tolak. Rugi kalau tau mah itu bukan telur komersil," katanya. 

Menurut Tata, agennya menerima pengadaan barang dari supplier PT. AAM PRIMA ARTA. Namun ia hanya menerima kedatangan Anggota DPRD Lebak untuk memastikan agen bahwa telur yang diterima oleh agen adalah telur HE. 

"Iya kang, cuma ada Pak Dewan ajah dengan Pak Kapolsek Cijaku untuk diambil sampel telur. Ya maksudnya gini, kalau saya tau kualitas telur yang kemaren itu HE jelas saya pasti menolak. Tapi karena ketidaktahuan saya akan kualitas telur makanya kemaren ada telur HE. Untuk telur HE saya kurang faham, cuma yang jelas kemaren emang ada  dewan ke saya menyampaikan kalau telur itu telur HE. Saya juga diem aja karena tidak tau kalau itu telur HE," ujarnya ia menambahkan. 

"Saya kurang tau, tapi yang saya tau Desa Kandang Sapi, Kapunduhan, Mekarjaya itu yang diambil sampelnya," tambahnya. 

Kadis Pertenakan Lebak, Rahmat saat dikonfirmasi perihal kepastiaan peredaran telur HE yang masuk ke agen E-Warong di sejumlah wilayah di Lebak hanya menyarankan untuk menanyakan langsung pada Dinas Sosial. "BPNT kali mas, untuk BPNT silahkan tanya ke Dinsos ya," singkatnya. 

Hingga berita ini ditulis, wartawan belum memperoleh konfirmasi Dinas Sosial dan supplier pengadaan barang komoditi program Bantuan Sembako Pangan. (Eag)