Tawuran Marak, KPAI : Selama 2016-2018, 202 Siswa Terlibat Hukum Akibat Tawuran

Tawuran Marak, KPAI : Selama 2016-2018, 202 Siswa Terlibat Hukum Akibat Tawuran ((istimewa))

JAKARTA -Tawuran yang melibatkan siswa masih sering terjadi hingga tiga tahun terakhir ini, terhitung dari tahun 2016-2018 Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sekitar 202 anak berhadapan dengan hukum akibat terlibat tawuran.

“Sekitar 74 kasus anak dengan kepemilikan senjata tajam. Tentu saja ini sangat memprihatinkan,” kata komisioner KPAI Putu Elvina melalui pesan tertulisnya, Selasa (11/9/2018).

Dia mengatakan belum ditemukan formula dan jalan keluar yang efektif untuk menghentikan tradisi tawuran. Tawuran pelajar merupakan siklus kekerasan yang terjadi dalam satu sekolah maupun antarsekolah.

Apalagi, dampak yang diakibatkan tawuran, kata Elvina, luar biasa baik kerusakan fasilitas sekolah maupun publik, teror, kehilangan jiwa dari kedua kelompok yang berkelahi dan tidak jarang menyasar masyarakat di sekitar lokasi.

“Peran orang tua, institusi pendidikan, dan model peran dari masyarakat belum benar-benar berperan sebagai agen perubahan yang bisa mengikis budaya kekerasan tersebut,” katanya.

Dia juga menilai penegakan hukum terhadap pelaku tawuran tidak akan optimal bila tidak dibarengi dengan membangun budaya hukum yang positif.

“Ancaman pengeluaran dari sekolah tidak akan menyelesaikan masalah karena juga akan berdampak pada masalah sosial lainnya,” tambah Elvina. 

Elvina pun berharap para pemangku kebijakan (pemerintah) melibatkan orang tua dan pihak sekolah, aktif dan duduk bersama mencari formula terbaik guna mengatasi persoalan tawuran ini. (*/red)