Tandon Nusaloka Mangkrak, Airin Harus Blacklist Perusahaan Pemenang Proyek

Tandon Nusaloka Mangkrak, Airin Harus Blacklist Perusahaan Pemenang Proyek
Tandon Nusaloka Mangkrak, Airin Harus Blacklist Perusahaan Pemenang Proyek
(Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Tandon Nusaloka di Jalan Ciater Raya, Serpong Tangsel terlihat mangkrak tanpa pekerjaan yang berarti. Padahal, proyek tersebut menghabiskan puluhan miliar dalam pembangunannya.

Penelusuran Nonstopnews.id, Kamis (23/5/2019), tandon berpagar putih tersebut sepi tanpa aktivitas, banyak dipenuhi rumput dan ilalang.

Gerah melihat lemahnya pengawasan dan sanksi bagi perusahaan 'nakal' yang tak rampung membangun, Sekjen Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), Ucok Choir menuntut sikap tegas walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. Airin harus blacklist para perusahaan pemenang tender-tender yang berakhir mangkrak.

"Harusnya Bu Airin nge-blacklist perusahaan-perusahaan yang kerjanya ngga bener. Kasih sanksi, efek jera bagi perusahaan nakal, yang kerjaannya mangkrak," kata Ucok saat dihubungi wartawan, Kamis (23/5/2019).

Langkah itu, kata Ucok sebagai punishment agar tak menjadi preseden buruk kedepan dalam pembangunan Tangsel.

"Kalo dibiarkan, nanti jadi kebiasaan bagi PT nakal. Tak ada sanksi. Masih banyak kok yang bagus. Nanti malah bisa jadi benalu dalam pembangunan Tangsel," tambahnya.

Sebagai informasi, proyek pembangunan tandon Nusaloka tersebut dikerjakan oleh PT. Karya Tunas Mandiri Persada (KTMP). Sedangkan untuk tahap kedua dimenangkan oleh PT. Yasuba Dwi Perkasa (YDP) yang sempat tersiar kabar merupakan perusahan bermasalah, lantaran diduga mempunyai dua Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang sama dengan PT SMR.

Nama PT SMR sendiri pernah ikut masuk dalam daftar 10 perusahaan yang tersangkut dugaan kasus pencucian uang yang melibatkan Tubagus Chaery Wardhana atau Wawan, suami Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara itu diketahui, tandon Nusaloka sudah mengalami 3 kali lanjutan pembangunannya beserta anggaran dalam proses penyelesaiannya, sejak 2017 silam. Tahap pertama, tandon yang digadang-gadang menjadi solusi banjir bagi masyarakat sekitar Ciater, Kota Tangsel itu menelan Rp.10 miliar.

Kedua, dianggarkan kembali di tahun 2018, dengan proyek lanjutan yang menghabiskan dana Rp.6,25 miliar. Ketiga, kembali menelan anggaran di tahun 2019, dengan dana sekira Rp.6 miliar.

Dari informasi yang dilansir dari media massa, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Aries Kurniawan menyatakan, pekerjaan Tandon Nusa Loka tersebut rampung pada Desember 2018 lalu. (AK)