Taman Kota 1 'Dianggurin', Kinerja Dinas LH Dipertanyakan 

Taman Kota 1 'Dianggurin', Kinerja Dinas LH Dipertanyakan 
Taman Kota 1 'Dianggurin', Kinerja Dinas LH Dipertanyakan 
()

TANGSEL - Para pengunjung Taman Kota 1 BSD Serpong,  Tangsel mengeluhkan fasilitas bermain dan sarana olahraga yang rusak parah karena tak terurus.

Tampak beberapa sarana bermain anak seperti, ayunan, papan seluncuran, papan junglak-jungkit, sudah tidak lagi bisa digunakan lantaran berkarat, patah dan berlubang.

Hal sama terjadi pada fasilitas outdoor gym. Begitu juga sarana Jogging Track yang licin dan retak di hampir semua titik, dan paving block yang sudah bergeser menjuntai keatas membuat pengunjung harus berhati-hati jika melintas.

Seorang pengunjung bernama Maman mengaku, sering menggunakan jogging track Taman Kota 1 BSD sebagai sarana olahraganya.

Saat ditemui Senin (10/12/2018) pagi, dirinya mengaku berolahraga di taman tersebut, karena lokasinya yang dekat dari kediamannya.

Dirinya mengkritisi parahnya perawatan fasilitas sarana untuk dinikmati masyarakat yang hendak berolah raga dan bermain di kawasan ini.

“Saya sudah lama tinggal di daerah sini, dari dulu sampai sekarang belum saya lihat ada perawatan. Lihat aja tempat main anak anak semua tidak bisa pakai. Jorok, berkarat dan bolong semua. Belum lagi jalanan untuk jogging licin, rawan jatuh kalau buat lari, “ ucapnya

Maman juga menyindir kinerja Pemkot Tangsel dalan hal ini Dinas Lingkungan Hidup yang enggan memperhatikan kenyamanan dan keselamatan para pengunjung Taman Kota 1 BSD. 

Karena, menurutnya, Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) yang ada, sudah menjadi tanggungjawab Pemkot Tangsel.

“Taman ini yang saya tau sudah diserahkan kepada Pemkot Tangsel sebagai Fasos- Fasum, eh ini malah Pemkot yang malas merawat. Aneh! “ sindirnya.

Dirinya berharap agar kedepannya fasilitas di Taman Kota kedepan bisa lebih baik dan membuat nyaman warga.

Hal senada disampaikan salah seorang pedagang yang enggan disebut namanya. Sumber menyatakan, kurangnya perawatan dari pemerintah, maka akan berdampak kepada perekonomian para pedagang di Taman Kota tersebut.

"Ya, kan biasanya orang tua itu ngajak main anaknya disini, kalau fasilitasnya pada rusak, ya masyarakat juga males maen dsini. Kalau masyarakat udah males main disini, gimana kita mau usaha. Belum lagi ada pungutan-pungutan setiap bulan, belum lagi yang dagang harian. Kami minta pemerintah lebih perhatian kepada Fasum dan Fasos yang ada," pungkas Sumber. (ak)