Tak Tersentuh Program Pemerintah, Endang Hidup di Gubuk dan Digerogoti Tikus

Tak Tersentuh Program Pemerintah, Endang Hidup di Gubuk dan Digerogoti Tikus ()

TANGSEL - Miris, ditengah kota bermotto Cerdas, Modern dan Religius, Endang (51) harus menahan perih dan kesakitan, karena setiap hari keduanya kakinya penuh borok dan digerogoti tikus.

Bagaimana tidak, berada didalam gubuk berukuran 4m2, tanpa dinding, Endang yang hidup bersama kedua anaknya, di Kampung Priyang, Kelurahan Pondok Jagung, Serpong Utara, Kota Tangsel tersebut, harus mengiba uluran tangan pemerintah, yang hingga kini belum nampak menyentuh keluarga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) itu.

"Udah lama sakitnya sudah hampir 3 tahun. Memang warga yang ada disini itu nggak ada yang peduli gitu, ini karena sudah rame begini aja ni, RT dan warga baru pada datang kesini, awalnya nggak ada yang mau nengokin, padahal dia punya KTP Tangsel, kata Adik Kandung Endang, Ija, Minggu (16/9/2018).

"Sampai bantuan buat anak-anaknya sekolah aja nggak ada dari pemerintah, sampai-sampai tunggakan SPP anaknya mencapai 10 jutaan, pokoknya nggak ada yang peduli sama mereka," tambahnya.

Menurut informasi dari salah seorang tokoh masyarakat setempat, Firman, Endang merupakan kerabat dari mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Matoda.

"Ini ironis sekali, ada warga asli Tangsel yang terlantar dan tak tersentuh program-program pemerintah. Saya sudah cek informasinya, mulai dari Camat, Lurah, hinga RT dan RW nya seperti tidak peduli. Bahkan, Pak Endang ini masih kerabatnya Pak Matoda," ujar Firman.

Diketahui, saat ini Endang sudah dibawa ke RSUD Kota Tangsel oleh keluarga dengan didampingi oleh warga sekitar, pada Senin (17/9/2018) dini hari.

Menurut keterangan Ketua Ranting Badan Pembinaan Potensi Keluarga Banten (BPPKB) Jelupang, Senopati, dirinya beserta anggota lah, yang pertama kali menemukan, dan menyarankan Endang untuk diobati.

"Kita yang pertama berempati terhadap beliau (Endang), bahkan kita sempat 'memaksa' keluarga, agar Pak Endang segera dibawa ke rumah sakit. Jadi sampai tim kami membawa beliau berobat, belum ada pihak manapun yang memberikan pertolongan," kata Senopati saat ditemui di RSUD Tangsel. (ak/red)