Tak Mau Ekosistem Rusak Karena Industri, Organisasi Wartawan dan Media Banten Soroti Proyek Reklamasi Tanjung Peni Cilegon

Tak Mau Ekosistem Rusak Karena Industri, Organisasi Wartawan dan Media Banten Soroti Proyek Reklamasi Tanjung Peni Cilegon ()

NONSTOPNEWS.ID - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten bakal menggelar diskusi skala nasional menggali isu lingkungan reklamasi Tanjung Peni Kota Cilegon, Banten, untuk perluasan lahan PT Lotte Chemical Indonesia (LCI).

Saat ini, Kota Cilegon yang berdiri pada 27 April 1999 justru lebih dikenal sebagai kota industri, lantaran sepanjang garis pantai yang dimiliki hampir seluruhnya tertutup dan dikuasai oleh industri-industri besar.

Dengan luas wilayah administrasi 175,51 km2, serta memiliki kawasan pesisir laut yang terbentang dari bagian utara hingga selatan dengan garis pantai sepanjang 40,88 km, saat ini dengan semakin dengan pesatnya perkembangan Kota Cilegon jumlah tutupan hijau menjadi sangat berkurang.

Tak ayal, akhirnya mengubah jenis tutupan permukaan di seluruh wilayah yang tadinya hijau. Apalagi saat ini ada mega proyek pabrik kimia PT LCI. Dan proyek investasi dari Korea Selatan itu kini menuai sorotan banyak pihak.

Pasalnya, investasi asal negeri Ginseng Korea tersebut harus menggusur ratusan hektare hutan mangrove (bakau) yang disebut-sebut sebagai “benteng terakhir” pesisir pantai dan ekosistem bahari yang dimiliki Kota Cilegon.

Kata Ketua PWI Provinsi Banten, Rian Nopandra, bakal mengangkat isu tersebut ke dalam diskusi nasional. Nantinya dalam diskusi itu akan membahas tentang imbas dari industrialisasi di Kota Cilegon terhadap kelestarian lingkungan.

“Kota Cilegon ini kan sebetulnya memiliki pantai yang cukup luas, tapi tidak ada pantai yang terbuka untuk umum, semuanya sudah dikuasai dan dibangun industri,” ucap pria yang akrab disapa Opan saat ditemui di Jurnalis Boarding School (JBS), Sabtu (13/7/2019).

“Melihat fenomena tersebut, kami (PWI Banten-red) akan menggelar diskusi dengan skala nasional, karena ini sangat berdampak terhadap ekosistem lingkungan,” lanjutnya.

Rencananya, kata Opan, diskusi nasional tersebut akan melibatkan SMSI dan pihak-pihak terkait yang akan digelar di Kantor Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jakarta Pusat, dalam waktu dekat ini.

Diskusi akan membahas secara mendalam tentang dampak lingkungan dan sosial. Termasuk juga membahas, bagaimana mega proyek yang menghilangkan ekosistem bahari di Kota Baja ini kaitannya dengan regulasi hukum dan aturan-aturan yang ada.

“Banyak hal yang akan kita bahas nanti, semua terkait dengan berdirinya industri besar dan dampak yang ditimbulkan,” ungkapnya.

Pembangunan mega proyek PT Lotte Chemical Indonesia, lanjut Opan, akan menjadi salah satu pokok pembahasan dalam diskusi nasional nanti.

“Lihat saja sekarang, seperti pembangunan Lotte Chemical, itu kan menutup pantai di Kota Cilegon, ada upaya reklamasi di Tanjung Peni untuk perluasan lahan Lotte, hal ini harus dibahas secara mendalam,” pungkasnya. (*/Red)