Tak Kuat Lawan Truk Tronton, Zaki Dikasih 'Surat Cinta' Emak-emak

Tak Kuat Lawan Truk Tronton, Zaki Dikasih 'Surat Cinta' Emak-emak (Nonstopnews.id)

TANGERANG - Debu, macet dan licin saat hujan menjadi 'teman setia' bagi warga yang sering melintasi Jalan Legok-Karawaci Kabupaten Tangerang. 

Itu belum seberapa, jalan kecil yang rusak dan harus berebut dengan truk tronton dengan muatan berat menjadi alasan puncak kekesalan warga. Mereka khawatir, jiwa keselamatan mereka terancam di jalan raya. 

Tak tahan dengan kondisi tersebut, seorang ibu meluapkan kekesalannya pada pemerintah daerah kabupaten Tangerang yang mengurusi jalan tersebut.

Dengan menulis surat terbuka, ibu rumah tangga bernama Zas Yuni Yanti menuangkan kekesalannya yang kini viral di media sosial.

Begini isi surat terbuka yang diposting di media sosial: 

Yang terhormat, Pemangku Jabatan di Kabupaten Tangerang

Pak bu cobalah bapak ibu melihat sebentaaar saja, kondisi lalu lintas di jalan Legok Karawaci. Jalan kecil tapi truk kontainer dan tronton yang lewat tiap menit tidak bisa dihitung dengan jari. Ditambah dengan jalan yang dibongkar tutup berulang kali. Dan dari minggu lalu jalan-jalan itu dilubangi di berbagai titik. Miris. Sebagai ratu jalanan kami tidak bisa beradu otot dengan raja jalanan apalagi dengan truk besar-besar itu

Pak bu,cobalah bapak ibu lihat sebentar berapa kejadian kecelakaaan yang tidak sedikit menyebabkan kematian setiap minggunya di ruas jalan ini.

Pak bu cobalah lihat sebentar, bagaimana ibu ibu ratu jalanan kesulitan melewati jalan ini disaat jam berangkat dan pulang sekolah. Melajukan motor di pinggir jalan yang banyak lubang dan becek, yang jika kepeleset kami disambut roda tronton itu. Jika cuaca panas debu berterbangan yang menyakitkan mata dan tenggorokan.

Pak bu, tidakkah bapak ibu bisa merasakan, tinggiiiinyaa angka kecelakaan membuat kami was was menunggu kepulangan pahlawan dan permata keluarga kami. Yang setiap hari berjibaku melewati jalan ini.

Beberapa waktu yang lalu dua siswi SMP dan sebelumnya dan setelahnya mengenaskan tak tertolong oleh tronton2 ini. Jangan sampai anak2 kita yg bersekolah serta keluarga kita dihadapkan dengan raja-raja jalanan ini.

Beberapa hari yang lalu, ingin saya berteriak marah kepada sopir yang asyik melubangi jalan yang tidak rusak. Karena ngerinya melihat lobang yang harus saya lalui ketika mengantar jemput anak saya sekolah. Tapi saya sadar, mereka hanya pekerja. Sedangkan izin dan kebijakan ada ditangan bapak dan ibu.

Pak bu, dunia ini hanya sementara. Kebijakan seorang pemimpin pasti akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak

Mohon share semoga mereka bisa membaca

Ibu Zas Yuni Yanti 

Mewakili suara hati seluruh pengguna jalur jalan raya Legok yang sekarang lebih dikenal dg sebutan jalur tengkorak.. (*/red)