Tak Berdaya Lawan Pemkot Tangsel, Warga Pemilik Girik Lahan Puskesmas Cirendeu Nyerah

Tak Berdaya Lawan Pemkot Tangsel, Warga Pemilik Girik Lahan Puskesmas Cirendeu Nyerah (Proyek Puskesmas Cirendeu mulai dibangun (Nonstopnews.id/Merdeka Nonstop Grup))

NONSTOPNEWS.ID - Kisruh sengketa bakal lahan puskesmas Cirendeu sepertinya berakhir. Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya bisa menundukkan warganya. Anak buah Airin Rachmi Diany itu kabarnya akan memberikan dana Rp 20 juta ke warga. 

Berlebel kerohiman, uang itu untuk warga yang protes atas berdirinya Puskesmas Cirendeu, di Jalan Garuda I, Cirendeu Indah I, Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur.

Kabarnya, uang kerohiman itu akan diberikan di Kelurahan Cirendeu, Ciputat Timur, Tangsel, Senin (15/7/2019).

TB Wahyu HS (67) warga terdampak gusuran Puskesmas Cirendeu mengaku pada akhirnya menyerah juga melawan Pemkot Tangsel. Meski, pria yang dikenal sebagai dedengkot ormas Pendekar Banten, itu pada dasarnya ingin taat terhadap hukum.

"Saya akhirnya menyerah juga setelah perjuangan mempertahankan hak atas tanah ini. Karena saya ingin taat hukum, saya menyerah melawan Pemkot Tangsel. Sayang sekali saya tidak ada lawyer dalam membantu upaya soal tanah yang sudah saya tempati sejak 1978," kata TB Wahyu, dengan mata berkaca-kaca saat dijumpai Nonstopnews.id (Merdeka Nonstop Grup), Senin (15/7/2019).

Seperti informasi yang berhasil diperoleh, Pemkot Tangsel yang diwakili Camat Ciputat Timur dan Lurah Cirendeu bakal menyerahkan uang kerohiman masing-masing Rp 20 juta.

Namun disayangkan, saat dikonfirmasi soal adanya bagi-bagi uang kerohiman bagi warga terdampak gusuran Puskesmas Cirendeu, Lurah Cirendeu Win Fadliana justru terkesan menghilang dan enggan memberikan informasinya. (Ak)