Sudah Dibangun Ratusan Rumah, Gugatan Dikawasan Alam Sutera Segera Diputuskan PN Jaksel

Sudah Dibangun Ratusan Rumah, Gugatan Dikawasan Alam Sutera Segera Diputuskan PN Jaksel ()

TANGERANG- Setelah berjuang menuntut keadilan sekitar 4 tahun lamanya, gugatan ahli waris Munting terhadap PT Alfa Gold Land Realty yang diduga anak perusahaan PT Alam Sutera Tbk, akan segera diputuskan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 20 Agustus 2018 mendatang.

Hal itu diketahui setelah kuasa hukum ahli waris, Liswar Mahdi SH memberikan keterangan pers kepada para wartawan, Senin (6/8/2018). Kuasa hukum ahli waris mengaku sudah mendapatkan surat panggilan sidang dari PN Jaksel. 

“Insya Allah gugatan klien kami terhadap PT Alfa Gold Land Realty (diduga anak perusahaan PT Alam Sutera tbk) sebentar lagi akan ada putusannya, 20 Agustus ini akan sidang,” kata Liswar.

Menurutnya, dari sidang lokasi di lahan yang berada di kawasan Alam Sutera, Tangerang, sekitar pertengahan Juni 2018, yang menghadirkan pihak PN Jaksel, PT Alfa Gold Land Realty dan ahli waris. Dalam sidang tersebut, Pihak tergugat tidak dapat menunjukan bukti otentik atau keabsahan surat dan dokumen penting yang dipertanyakan pihak PN Jaksel.

“Pihak tergugat tidak dapat menunjukan bukti jika kawasan yang dimiliki ahli waris sudah dibebaskan atau tidak ada akte jual belinya. Bahkan pihak BPN pun menyatakan sertifikat yang diklaim Alam Sutera telah memiliki lahan yang telah dibangun perumahan berada di lahan milik ahli waris, tidak ada yang tercantum di sertifikat,” tandasnya.

Dengan nada geram, Liswar menegaskan sekali lagi rakyat kecil ditindas dan dilakukan semena-mena oleh pengembang besar. 

“Kalau memang lahan mereka, kenapa ada pihak-pihak yang mengatasnamakan mereka terus menawarkan angka rupiah pembebasan. Lahan orang belum dibebaskan dan masih digugat melakukan perbuatan melanggar hukum atas karena menguasai tanah yang bukan haknya, kok sudah di bangun cluster, inikan namanya main serobot aja,” ungkapnya.

Pengacara ahli waris tersebut juga seraya menegaskan pihak ahli waris menuntut pihak PT Alfa Gold Land Realty membayar kerugian sebesar Rp 63 Miliar.

Sementara itu salah seorang ahli waris, Tomo, meminta kedzoliman yang telah diperbuat pihak pengembang kepada ahli waris, mendapatkan balasan setimpal. 

“Kami yakin pemerintah atau pengadilan akan mengabulkan tuntutan kami. Karena secuil pun dari lahan kami yang ada sekitar 9000 meter, semua ahli waris belum ada yang melakukan penjualan,” tukasnya.

Ditambahkan Tomo, orang-orang yang mengaku dari pihak tergugat sudah seringkali mendatangi semua ahli waris, untuk berupaya meneror, membujuk bahkan memaksa untuk menyapakati harga lahan yang akan dibebaskan.

“Kami rakyat kecil benar-benar sakit hati sampai digusur, malah saya sempat ditahan aparat kepolisian tahun 2014. Tapi akhirnya dibebaskan. Sudah seperti dijajah kami, tanah belum dibebaskan, diserobot dan lahan kami sudah dibangun perumahan oleh pengembang,” lirihnya dengan nada sedih.

Ketika hal ini akan di konfirmasi ke pihak Alam Sutera Tbk, melalui Humasnya yang bernama Emil, menurut salah satu petugas keamanan yang bersangkutan tidak berada di tempat. (*/red)