Sudah Dapat Rekomendasi Dari BKPRD, Taher: Saya Ngga Tau!!

Sudah Dapat Rekomendasi Dari BKPRD, Taher: Saya Ngga Tau!! ()

TANGSEL - Pembangunan Mal Paradise Walk yang terletak di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu nampak terus berjalan. Sebelumnya, pembangunan mal tersebut sudah mendapatkan rekomendasi dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kota Tangsel.

Dijelaskan Sekretaris BKPRD Kota Tangsel, MohamadTaher bahwa, saat ini pihaknya perlu meninjau kembali apakah rekomendasi tersebut sudah betul-betul dikeluarkan oleh BKPRD.

"Kalau tata ruangnya memang ada di kita. Saya kurang tau sudah ada ijinnya apa belum. Saya kurang hafal, (rekomendasinya) sudah ditandatangan apa belum, saya kan sekretaris," kata Mohamad Taher saat dikonfirmasi wartawan, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang Perizinan Pembangunan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel, Maulana Prayoga menyatakan, bahwa pihaknya saat ini hanya melayani permohonan, tidak kepada pengawasan.

"Saya ngga tau nih (kondisi pembangunan Mal Paradise Walk). Saya masih perlu informasi dari temen-temen media. Soalnya begini, sekarang kami itu dilapangan hanya melayani permohonan, bukan kepada pengawasan," kata pria yang akrab disapa Yoga tersebut, Jumat (24/8/2018).

"Ijinnya pemanfaatan tanah. Itu ada di rencana kota. Kalau kita mau bangun pabrik, ngga semua tempat kita bisa bangun, ada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Itu pun harus persetujuan walikota. Saya ngga ikut waktu sidang BKPRD," tambahnya.

Dirinya menegaskan, untuk peruntukan lahan, sudah tidak mengalami kendala. Saat ini yang menjadi perhatian adalah, teknis bangunannya.

"Kalau peruntukannya sudah ngga ada masalah. Sekarang tinggal teknisnya aja, misalnya akan dibangun berapa lantai. Yang jelas,nanti ketika kita keluarkan ijinnya, tidak menjadi masalah, karena mengeluarkan ijin itu kan berisiko, kalau ada yang kurang ya harus dilengkapi. Itu mau dibuat mal, tapi jangan dibayangkan mal yang sebesar Bintaro Xchange, karena kalau tidak salah itu hanya dua lantai," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa pembangunan mal tersebut mengganggu warga sekitar. Menurut salah seorang warga, selain mengganggu aktivitas masyarakat sekitar, pihak developer, dianggap tidak memikirkan dampak dari pekerjaan pembangunan mall.

"Kalau terganggu jelas. Saya sudah lama tinggal disini. Bagaimana tidak terganggu, alat berat, kendaraan besar-besar milik pengembang mal itu kan lewat sini juga, sudah pasti debu, jalan jadi sempit. Intinya aktivitas warga terganggu, karena dia juga pake jalan utama ini," kata Sumber beberapa waktu lalu. (ak)