Somats Demo DPRD Tangsel, Desak Uang Rakyat Jangan Dihambat

Somats Demo DPRD Tangsel, Desak Uang Rakyat Jangan Dihambat
Somats Demo DPRD Tangsel, Desak Uang Rakyat Jangan Dihambat
(Kibo-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) 2020 yang baru saja disetujui bersama antara DPRD dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, Sabtu (30/11/19), diharapkan segera disahkan menjadi APBD 2020. 

Persetujuan yang dilakukan pada Sabtu kemarin itu dinilai terlalu lama, sehingga berdampak pada proses pembangunan Kota Tangsel ke depannya. 

Namun lambatnya persetujuan hingga batas akhir itu, rupanya dinilai oleh masyarakat ada intrik politik dalam proses pembahasannya. Sehingga dikhawatirkan nantinya berdampak pada pengesahan APBD yang menjadi lambat. 

Mendesak agar APBD segera disahkan, ratusan masyarakat yang menamakan dirinya Solideritas Masyarakat Tangerang Selatan (Somats) pun menggelar aksi di depan kantor DPRD Kota Tangsel, Senin (2/11/19). 

Ratusan massa yang mulai bergerak sejak pagi itu, menggelar aksi dengan mengenakan pakaian baju koko. Ragam poster bentuk dukungan terhadap DPRD agar pengesahan APBD segera dipercepat. 

Koordinator aksi,  Tomy Irawan, mengatakan, APBD sebagai elemen utama keberlangsungan pembangunan daerah dan tetap terpenuhinya pelayanan masyarakat yang profesional, maka sebagai obyek utama pembangunan, masyarakat harus turut serta memastikan APBD di bahas tidak berlarut-larut. 

“Menyikapi persetujuan bersama R-APBD menjadi APBD maka Somats mendukung penuh DPRD kota Tangsel untuk segera menetapkan R-APBD kota Tangsel menjadi APBD,” ujarnya. 

Tomy juga mengatakan, dukungan tersebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk menjaga  proses pembangunan, dan pelayanan publik terus terpenuhi di Kota Tangsel dan dalam rangka pencapaian program RPJMD tangsel 2016-2021. 

“Sebagai pemegang mandat kami meminta kepada seluruh fraksi untuk menyetujui dan tidak menggeser dinamika yang ada di internal DPRD Kota Tangsel menjadi konsumsi publik, yang pada akhirnya merusak kondusifitas Tangerang selatan sebagai rumah kita bersama,” ungkapnya. 

Tomy juga menegaskan, Somats  mendukung APBD yang berpihak pada Rakyat dan segala prilaku Kritis anggota DPRD Tangsel selama itu tidak merugikan kepentingan masyarakat banyak.

Para aksi massa pun diterima langsung oleh empat pimpinan dewan, yaitu Abdul Rasyid, Iwan Rahayu, Li Claudia Chandra, dan Mustopa. Bahkan dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Li Claudia Chandra diberikan simbolis persetujuan apbd tangsel oleh massa.

Abdul Rasyid mengatakan bahwa bahwa saat ini R-APBD yang telah dihetujui bersama itu, saat ini tengah dibahas oleh Pemerintah Provinsi Banten. 

“Paling lama 7 hari setelah R-APBD dibahas di Pemprov Banten, kami sebagai wakil rakyat akan bekerja maksimal . Kami selaku dewan sangat terbuka,” ujarnya. 

Politisi yang akrab disapa Ocil ini juga meminta kepada massa yang menggelar aksi agar tetap menjaga kondosifitas Kota Tangsel selama menggelar aksi. 

“Setelah ini saya berharap tetap menjaga ketertiban kota tangsel sebagai rumah kita, kami dewan tidak akan anti kritik untuk kemajuan masyarakat Tangsel,” pungkasnya. 

Mengenai postur APBD sendiri, Ocil mengatakan, DPRD Kota Tangsel sudah menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk kepentingan pembangunan Kota Tangerang Selatan. 

"Postur anggaran Rancangan APBD Tahun 2020 sudah mencerminkan kepentingan masyarakat. Dimana postur Anggaran Belanja Tidak Langsung sebesar 28 persen dan Belanja Langsung sebesar 72 persen
dari 3.9 Triliun. 72 persen untuk kepentingan masyarakat, sementara 28 persen untuk gaji pegawai atau operasional Pemkot Tangsel," pungkasnya. (kibo)