Soal Pesan Berantai Jebak Warga Dengan Narkoba, Kata Kapolsek Kalideres Itu Hoax

Soal Pesan Berantai Jebak Warga Dengan Narkoba, Kata Kapolsek Kalideres Itu Hoax ()

KALIDERES - Terkait adanya isu yang berkembang melalui pesan berantai di Whats Up tentang anggota Polsek Kalideres menjebak warga berinisial A(32) dengan narkoba jenis sabu merupakan kabar hoaxs. Begitu disampaikan oleh Kapolsek Kalideres Kompol, Pius Ponggeng di Mapolsek Kalideres, Rabu(12/9/2018).

Dijelaskan Pius, ia juga kaget mendengar adanya kabar tersebut, sebab, kejadian itu bertepatan saat penangkapan pelaku berinisial A. Padahal tersangka sendiri saat dilakukan penangkapan tengah mengkonsumsi sabu. Apalagi adanya kabar diminta uang damai.

”Katanya tersangka diminta uang ratusan juta, sekali lagi itu tidak benar, kita sudah sampaikan juga ke Polda Metro Jaya. Memang saat itu anggota menangkap A tengah mengkonsumsi narkoba,” jelasnya.

Sementara itu, pengakuan tersangka A sendiri saat di Mapolsek Kalideres, memang tidak pernah menyampaikan itu. “Tidak benar pak, “
ungkap A.

Sebelumnya, Polsek Kalideres dihebohkan dengan adanya pesan berantai melalui aplikasi pesan WhatsApp sejak Selasa (11/9/2018).

Pesan tersebut menunding jajaran Polsek Kalideres menjebak seorang pria berinisial A (32) menggunakan sabu.

Sedangkan tersangka A sendiri mengaku tidak pernah diminta uang damai maupun dijebak oleh petugas kepolisian Polsek Kalideres.(hw)