Soal Hoax Ratna Sarumpaet, Prabowo Sarankan di Proses Hukum

Soal Hoax Ratna Sarumpaet, Prabowo Sarankan di Proses Hukum (Ratna Sarumpaet/net)

Jakarta - Meskipun Ratna Sarumpaet sudah menyatakan permohonan maaf baik kepada Prabowo Subianto maupun elite politik yang merasa prihatin atas kabar dirinya yang mengaku menjadi korban penganiayaan oleh beberapa orang di Bandung, Jawa Barat ternyata hoax. 

Tentu saja, perihal itu menciderai nama baik Prabowo Subianto sebagai calon Presiden. Maka dari itu, Politisi Partai Gerindra, Prabowo Soenirman menyarankan agar permasalahan itu di proses secara hukum.

"Yang paling baik àdalah dengan langkàh hukum," saran dia ketika dihubungi, Kamis(4/10/2018).

Dikatakan Prabowo langkah tersebut sebagai pemulihan rasa kepercayaan masyarakat maupun para pendukung Prabowo Subianto.

"Langkah Gerindra dengan menyampaikan kepàda masyarakat bahwa juga korban kebohongan yang diĺakukan oleh ratna. Jika perlu kader Gerindra segera melapor ke aparat hukum," imbuhnya.

Sebelumnya, beredar di Media Sosial, foto Ratna Sarumpaet dengan wajah lebam. Tentu dengan kondisi seperti itu mengundang perhatian dari berbagai kalangan. Termasuk petinggi partai. Kepada Prabowo Subianto, Ratna yang juga salah satu tim pemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mengaku menjadi korban penganiayaan di Bandung.

Namun rasa keprihatinan itu mulai di suarakan oleh Prabowo agar pihak kepolisian meminta menindaklanjutinya. Hingga akhirnya, Polda Jawa Barat pun bereaksi dengan cepat menelusuri tempat lokasi kejadian penganiayaan. 

Penyisiran pun dilakukan baik mencari rumah sakit yang menangani maupun laporan kepolisian. Alhasil, dari penelusuran berbagai rumah sakit di Bandung. Polisi tidak menemukan pasien bernama Ratna Sarumpaet.

Yang mengejutkan, Ratna menyatakan, kabar itu adalah hoax yang dibuat, sedangkan, luka lebam pada wajahnya merupakan hasil dari operasi plastik.(hw)