Soal Bangunan Dilahan Pemprov DKI, RT 08 Permata Buana Bantah RW Belum Mengetahui

 Soal Bangunan Dilahan Pemprov DKI, RT 08 Permata Buana Bantah RW Belum Mengetahui ()

JAKARTA - Terkait pembangunan Kantor Sekretariat RT diatas lahan milik Pemprov DKI Jakarta, Ketua RT 08 RW 09 Komplek Permata Buana, Kel.Kembangan Utara, Kec. Kembangan, Robert Tedja mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan izin sejak Tanggal 5 Oktober 2016 dan Sudah diketahui RW setempat.

"Sekarang gini, kita punya surat pengajuan permohonan izin untuk membangun prasarana warga atau sekertaris RT. Lihat tanggal dan tahunnya, ini dua tahun lalu loh. Semua jelas alamatnya, letaknya. Karena yang kita bangun ini buat kepentingan warga. Dan tidak mungkin RW tidak mengetahuinya. Orang ada stempel RW kok,"jelasnya saat ditemui dilokasi, Rabu(7/11/2018).

"Sekarang kita lihat orang ambil air wudhu atau mau MCK ambil pakai ember. Terus saya inisiatif untuk membangun dengan swadaya warga di RT saya, salah gak saya. Kita juga bersama warga bersihkan taman. Kecuali saya bangunan buat tempat tinggal pribadi, baru itu saya salah," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, keberadaan bangunan diatas lahan fasilitas sosial (fasos) dan Fasilitas Umum( Fasum) milik pemprov DKI Jakarta di Jalan Pulau Laki IV, Komplek Permata Buana RT08 RW 09 Kel. Kembangan Utara, Kec. Kembangan, Jakarta Barat dipertanyakan warga. Apalagi bangunan itu diduga tidak ada izin peruntukannya.

"Itukan jelas-jelas ada plangnya milik Pemprov DKI. Kok bisa ada bangunan berdiri diatasnya. Kita pertanyakan legalitas bangunan itu. Yang saya tahu setiap warga hendak mendirikan bangunan harus ada Izinnya. Kok tidak ada izinnya berani mendirikan. Ini sama saja mencontoh perilaku yang kurang baik dan mengangkangi perda," tutur Tommy yang mengaku tinggal dikawasan tersebut, Selasa(6/11/2018).

Apalagi kata dia, telah terjadi penebangan pohon yang fungsinya sebagai penghijauan."Patut diduga dalam penebangan pohon sendiri tidak ada Izinnya. Padahal pohon itu kita gunakan sebagai pelindung dan resapan air. Malah ditebang seenaknya dan kami minta Pemprov DKI dan Pemkot Jakarta Barat untuk segera ditindak," pintanya.

Dilain sisi, Ketua RW 09 Komplek Permata Buana, Kurniawan Tejo mengaku, ia sendiri tidak dikasih tahu untuk apa fungsi bangunan tersebut. Bahkan sampai melakukan penebangan pohon."Saya sendiri tidak dikasih tahu. Padahal itu RT dibagian RW saya. Dia jalan sendiri-sendiri, dia nyelonong ke lurah langsung," ungkapnya singkat.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi pihak Kasudis Kehutanan Pemkot Jakarta Barat, Aris mengaku belum terima laporan adanya izin penebangan pohon tersebut. Sedangkan, soal pembangunan diatas lahan milik Pemprov DKI yang fungsinya sebagai taman. Pihaknya akan mengkrosceknya.

"Nggak ada izin yang masuk. Jika warga ingin menebang pohon milik pemprov harus memiliki izin terlebih dahulu. Akan kita cek kartu inventaris barang(KIB)," pungkasnya.(hw)