'Siswa Titipan' Merebak, Evaluasi PPDB SMP di Tangsel Jalan Ditempat

'Siswa Titipan' Merebak, Evaluasi PPDB SMP di Tangsel Jalan Ditempat (Ilustrasi/Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Meski melalui sistem online, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri di Tangerang Selatan (Tangsel) masih diwarnai daftar manual dengan adanya dugaan 'siswa titipan'.

Dikatakan salah seorang wali murid yang mengaku telah mengantre sejak subuh, dugaan 'siswa titipan' masih dirasakan pada pendaftaran sistem online PPDB.

"Indikasi siswa titipan masih ada pak. Modusnya masih cara lama, dikolektif di SD-SD. Untuk pendaftarannya aja sekira Rp.100-300 ribu per siswa," kata wali murid warga Pamulang yang tak mau disebut namanya, Selasa (25/6/2019).

Sumber wali murid itu juga menambahkan, sistem online yang seharusnya memudahkan orang tua/wali siswa, tapi dicurigai justru menjadi celah kecurangan.

"Sistem Prapendaftaran yang dipake bikin celah buat kecurangan besar. Harusnya online itu mempermudah," tambah wali murid tersebut.

Hampir senada dengan dengan Sumber diatas, wali murid lainnya juga menyebut, sistem online belum berjalan sepenuhnya.

"Lah masih pake nomor antrian, dikolektifin dan jalur belakang masih banyak sih. Berarti kan online belum maksimal," kata warga Pondok Aren ini.

Menanggapi hal itu, Peneliti Tangerang Public Tranparancy Watch (Truth) Jupry Nugroho menyatakan bahwa, evaluasi PPDB yang dilakukan Dinas Pendidikan di tahun sebelumnya jalan ditempat.

Isu-isu siswa titipan, modus kolektif siswa, masih merebak di PPDB SMP di Tangsel.

"Modusnya masih sama. Dikolektifkan di SD-SD, nanti didaftarin. Oknum guru yang banyak bermain. Evaluasi yang dilakukan SKPD, hanya jalan di tempat," kata Jupry.

Jupry juga menyebut, kecurangan akan masif tatkala saat proses pengumuman PPDB.

"Kecurangan dan siswa titipan, biasa akan terjadi di saat-saat akhir. Tapi untuk saat ini, terpantau juga bahwa indikasi kecurangan para oknum masih merebak," tandasnya. (Ak)