Simsalabim, Akhirnya Sengketa Stadion Benteng Tangerang Berakhir

Simsalabim, Akhirnya Sengketa Stadion Benteng Tangerang Berakhir (Istimewa)

TANGERANG - Masyarakat Kota Tangerang sejak lama menunggu kejelasan status Stadion Benteng menjadi milik klub Persikota Tangerang. Bukan tanpa sebab, selain sebagai markas pembinaan, Stadion Benteng bagi suporter Persikota Tangerang mengantongi nilai prestasi di blantika sepak bola.

Stadion Benteng diketahui sempat dipakai untuk pertandingan kandang antara Persikota dan Persita Tangerang saat kompetisi liga Indonesia bergulir beberapa tahun silam.  

‘Bimsalabim’, sekarang proses penyerahan asset sarana olahraga rakyat dari Pemkab ke Pemkot Tangerang yang sempat alot dalam negosiasi penyerahan itu sudah mulai berlangsung dengan inisiatif Pemprov Banten sebagai fasilitator. 

Penandatangan agenda penyerahan asset hibah dihadiri Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Arief R Wismansyah selaku Walikota Tangerang.

“Pak WH tandatangan, soal (penyerahan aset-red) ini kan wasitnya, gubernur Banten,” kata Zaki saat acara penandatanganan penyerahan aset antara Pemkab dan Pemkot Tangerang, beberapa waktu lalu.  

Stadion yang berdiri di atas lahan seluas 44.000 meter2 di Jalan Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna, Sukasari, Kecamatan Tangerang, sejatinya memang dibangun oleh Pemkab Tangerang dengan rencana daya tampung hingga 25.000 penonton.

Pantauan wartawan, kondisi stadion pada kursi penonton di tribun VIP dan lainnya tidak terurus. Kondisi di luar dan dalam stadion juga banyak tumbuh rerumputan menjadi semak belukar. Ada sejumlah pohon yang bahkan sudah tumbuh liar dan besar dibiarkan.  

Sejarah nama seperti Tema Mursadat, Isnan Ali, Mukti Ali Raja, Firman Utina, Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arief, Nova Zainal, Aliyudin dan lainnya serta coach Benny Dolo atau Rahmad Darmawan padahal pernah tercatat menjadi bagian sejarah atmosfir prestasi sepak bola Tangerang serta nasional. 

“Sejak saya menjadi Walikota Tangerang lama menunggu status stadion diserahkan ke Pemkot Tangerang,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mantan Walikota Tangerang dan Manajer ‘Bayi Ajaib’ julukan Persikota Tangerang kepada wartawan ditemui di kediamannya di Jalan H Djiran, Pinang, Kota Tangerang, Minggu (9/12/2018).   

Sebagai walikota Tangerang saat itu, WH mengaku prihatin lantaran menjadi tanggung jawab pihaknya untuk mengelola, mengurus dan memperbaiki stadion. Lagi pula karena stadion Benteng berada di Kota Tangerang. 

“Kita malu, karena stadion berada di Kota Tangerang. Khawatir nanti dianggap dari luar, Pemkot Tangerang tidak bisa mengurus. Ya dari dulu mandek sejak gubernur lalu-lalu belum diselesaikan. Ini memang niat saya kalau jadi gubernur mengakomodir proses status kepemilikan Stadion Benteng dari Pemkab ke Pemkot Tangerang,” ucapnya.

Kedepan tandas WH, setelah penyerahan hibah aset harus banyak bermanfaat kepada masyarakat. Pasalnya dalam Undang-undang hak fasilitas publik kepada masyarakat harus terlayani juga.

Dadi Budaeri Sekda Kota Tangerang ditemui wartawan soal kelanjutan realisasi renovasi pembangunan stadion mengatakan, Pemkot Tangerang akan melakukan uji kontruksi bangunan lebih dahulu setelah diserahkan.

“Penyerahannya kan Insya Allah akan selesai 10 Desember 2018. Tapi kita akan uji kontruksi lebih dahulu yang dilakukan oleh Puslitbang pemukiman, lalu bisa dianggarkan,” ujar Sekda, Jumat (7/12/2018).

Dan 2019 akan dianggarkan mimimal diusahakan bisa masuk dalam APBD perubahan. Rancangan stadion akan tertutup, tahun 2020 akan dimulai pembangunan kontruksinya, pada 2021 rampung selanjutnya 2022 bisa depergunakan. 

Nantinya kata Dadi, stadion Benteng diperuntukkan hanya untuk sejumlah cabang olahraga seperti cabor bulutangkis, basket serta lainnya.  Sebab untuk stadion sepakbola akan dibangun di wilayah Kecamatan Neglasari atau Benda.

“Stadion sepakbola rencanyanya akan dipindahkan di Neglasari atau kecamatan benda, progresnya akan dipercepat untuk kegiatan Porprov Banten. Pemkot akan membangun 4 titik wilayah besar untuk sekitar 40 venue cabang olahraga,” tandas Dadi. (*/red)