Sidang Rakyat, KUMALA Segel Gedung DPRD Kabupaten Lebak

Sidang Rakyat, KUMALA Segel Gedung DPRD Kabupaten Lebak ((istimewa))

LEBAK - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) melakukan Sidang Rakyat di gedung Dewan Perwakilan Rayata Daerah (DPRD) kabupaten Lebak dan lakukan penyegelan, Kamis (12/07/2018).

Buntut penyegelan kantor DPRD berawal dari tidak konsistennya dalam menentukan waktu yang telah disepakati oleh Ketua DPRD Lebak, Jun Jarta kepada KUMALA.

“Kami hadir ke kantor DPRD Lebak atas undangan ketua DPRD Lebak yang dia tulis dalam facebook akun miliknya. Dalam undangan tersebut bahwa ketua DPRD Lebak beserta wakil dan semua anggota akan hadir tepat pukul 10.00 Wib. Tetapi hal ini tidak susai dengan undangan. Kami sangat kecewa dan kami melakukan penyegelan tersebut,” ujar Andi, salah seorang mahasiswa yang hadir.

Ketua koordinator KUMALA, Riad fahmi mengungkapkan bahwa penyegelan kantor DPRD suatu bentuk kekecewaan.

"Kekecewaan kami terhadap ketua DPRD Lebak dan ini bentuk kritikan atas sikap ketua DPRD Lebak yang emosional bahkan mengancam peserta aksi kemarin melalui akun Facebooknya," kata Riad.

Riad juga menyayangkan etika yang dipakai Ketua DPRD dalam hal mengundang mahasiswa hanya melalui medsos.

“Lembaga DPRD kan lembaga terhormat, kok membuat undangan saja melalui Facebook pake ancaman lagi. ini Sangat terlihat sekali bahwa ketua DPRD Lebak anti kritik. DPRD dan KUMALA kan sama sama lembaga apa susahnya undangan dibuat dalam bentuk surat. Rt/Rw saja ketika mengundang masyarakatnya pake surat," cetus Riad.

Sementara itu, Ketua Pendidikan Sosial Budaya dan Penelitian (PSBP) Heri Mufti menambahkan, bahwa apa yang dilakukan KUMALA terkait Sidang Rakyat dan melakukan penyegelan gedung DPRD itu karena yang pertama Jun Jarta, sudah tidak konisten terhadap waktu yang sudah mereka tentukan sendiri untuk bertemu dengan KUMALA.

Hal itu membuktikan bahwa Jun dalam persoalan waktu saja sudah tidak disiplin dan sudah barang tentu tidak mampu untuk menjadi wakil rakyat.

"Jangankan untuk memimpin aspirasi rakyat se kabupaten Lebak, memimpin internal DPRD saja tidak Becus, karena sangat terlihat sekali hanya ada beberapa anggota saja yang ada, dan itupun sudah lewat dari waktu yang sudah di janjikan kepada KUMALA," jelas Heri. (*/am)