Sidang Pulau Pari, JPU:Daftar Berisi 12 Point Tak Ada Nilai Pembuktian

 Sidang Pulau Pari, JPU:Daftar Berisi 12 Point Tak Ada Nilai Pembuktian (Eks Ahli Waris Tanah di Pulau Pari)

JAKARTA - Sidang Pulau Pari, Kepulauan Seribu, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Agenda sidang kali ini mendengarkan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) daftar tambahan alat bukti. 

M Yasin selaku JPU menanggapi daftar yang diberikan oleh kuasa hukum Sulaiman. Dalam pembacaan tanggapan, Yasin menegaskan jika dalam daftar yang berisi 12 point tidak memiliki nilai pembuktian apapun. 

"Kita mengacu kepada konstruksi yuridisnya saja. Dimana di dalam surat sertifikat tanah nomor 253 ada nama pemilik disana. Dengan begitu, tanah atau kepemilikan tanah sudah jelas dan diakui oleh negara," jelas Yasin, Selasa (16/10).

Meski begitu, Yasin tetap legowo untuk membaca dan menanggapi daftar yang diberikan penasehat hukum. 

"Tidak ada hal baru secara spesifik untuk meringankan tuntutan ke terdakwa,"tegas Yasin saat ditemui usai sidang. 

Disisi lain, perjalanan sidang juga menyita perhatian Forum Ahli Waris Eks Pemilik Lahan Pulau Pari. Hamzah Ismail misalnya, ia melihat kasus tersebut sebetulnya dibuat rumit oleh berbagai pihak. Bahkan ia tahu betul sejarah tanah tersebut.

"Mereka (warga Pulau Pari) itu pengakuan- pengakuan aja kalau mereka pemilik tanah yang asli. Padahal tanah dan rumah sudah dibeli sama perusahaan. Para pemilik tanah terdahulu sudah lama ke Pulau Tidung sekarang yang menempati tanah dahulu milik kami adalah pendatang," jelas Hamzah.

Ia juga berharap, bisa diberikan waktu untuk berbicara di depan majelis hakim. Namun, upaya tersebut sepertinya tidak bisa dilakukan. 

" Kalau ada kesempatan saya mau bersaksi di hadapan majelis. Kalau apa yang selama ini diperdebatkan itu tidak sesuai dengan penggiringan opini yang dimainkan oleh penasehat hukum," tegasnya. 

Terakhir, ia berharap Sulaiman dapat dihukum setimpal dengan perbuatannya. Masa hukuman satu tahun enam bulan dirasa pantas didapatkan oleh terdakwa. 

"Kami berharap ini jadi pelajaran bagi terdakwa, "imbuhnya.(hw)