Setelah Dapat Peringkat Kinerja Terendah, Tangsel Raih Penghargaan LPPD Terbaik

Setelah Dapat Peringkat Kinerja Terendah, Tangsel Raih Penghargaan LPPD Terbaik ((istimewa))

TANGSEL - Dibawah kepemimpinan Walikota Airin Rachmi Diany dan  Benyamin Davnie, Kota Tangsel kembali meraih penghargaan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) terbaik, tiga tahun berturut-turut.

Penghargaan ini diberikan langsung Gubenur Banten Wahidin Halim diterima oleh Benyamin Davnie bertempat di KP3B, Serang, Senin (1/10/2018).

Tangsel kali ini menduduki posisi terbaik ketiga setelah Kabupaten Serang, atas hasil LPPD. Dimana tahun sebelumnya, Tangsel juga membuktikan hasil capaian kinerjanya dengan meraih LPPD 2015 dengan nilai tinggi, tahun 2016 sangat tinggi, dan tahun 2017 sangat tinggi.

Wakil Walikota Tangsel, mengatakan, ini merupakan penghargaan LPPD untuk Tangsel dengan nilai sangat tinggi yang kedua yaitu tahun 2016 dan 2017. Nilai di 2017 naik dibandingkan tahun 2016.

Penilaian ini mencangkup kebijakan umum, pengambilan kebijakan umum, hasil pelaksanaan utusan pemerintahan dan dokumen LPPD setebal 800 halaman.

"Tangsel juara ke 3 dari 8 Kabupaten/Kota se Banten dengan nilai sangat tinggi yakni 3,0819,"ungkapnya.

Benyamin mengaku sudah menyiapkan strategi agar para OPD bisa memenuhi target kinerja masing-masing yakni pembinaan LPPD bagi OPD, bimbingan teknis (bimtek), monev, pelatihan atau simulasi penilaian, evaluasi oleh Inspektorat, penilaian oleh tim daerah dan penilaian tim dari Kemendagri.

Benyamin mengungkapkan rasa senangnya karena kinerja laporan penyelenggaran Pemkot Tangsel yang dinilai oleh pusat dengan nilai sangat tinggi.

"Tetapi, kita belum puas, kita ingin rangking 1 se Banten, kita akan terus tingkatkan hasil ini. Sebab LPPD ini cukup strategis seperti halnya yang sudah kita raih LKPD dengan opini WTP dari BPK RI dan LAKIP dengan nilai BB dari KemenPan RI," ungkapnya.

Benyamin pun berharap kedepannya akan tingkatkan kinerja LPPD menjadi no 1 se-Banten, dengan melakukan pembinaan intensif kepada OPD, evaluasi mandiri oleh inspektorat, melakukan lomba LPPD antar OPD.

Diketahui,  sebelumnya berdasar pada Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Kota  Tangsel, merupakan kota dengan kinerja terendah dibandingkan kota-kota satelit penyangga ibukota, seperti Kota Tangerang, Depok dan Bekasi.

Keputusan bernomor 100-53 tahun 2018, tentang Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, memposisikan Kota Tangsel diurutan ke-47, secara Nasional, dengan skor 30701. (*/ak)