Serapan Anggaran Mandek Disebut Jadi Taktik Petahana Di Pilkada 2020

Serapan Anggaran Mandek Disebut Jadi Taktik Petahana Di Pilkada 2020 (Ilustrasi/Net)

NONSTOPNEWS.ID – Mandeknya realisasi anggaran pemerintah daerah disebut lantaran ada kepala daerah yang kembali maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Sepanjang pengetahuan saya memang ada kecenderungan inkumben untuk menahan belanja anggaran,” ucap Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz saat Webminar MMD Institut di Jakarta.

Kata Donal, berdasarkan data pemerintah, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) rata-rata nasional baru mencapai 44 persen per 27 Agustus 2020. Sedangkan belanja kabupaten/kota baru 48,8 persen.

Donal menilai, para petahana sengaja menahan anggaran. Mereka baru memaksimalkan belanja saat tahapan Pilkada 2020. Terutama saat memasuki masa kampanye.

“Menurut saya mereka ini bulan depan itu saatnya mereka akan belanja dengan berbagai macam cara,” ungkap dia.

Donal menyebut, realisasi anggaran dilakukan melalui politisasi bantuan sosial. Upaya ini dikelola oleh tim sukses mereka.

“Jadi ini juga dimanfaatkan distribusi bansos itu juga dinikmati dalam kampanye agar tim kampanye dapat logistik,” ujar dia.

Sementara, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepala daerah mempercepat penyerapan anggaran. Hal itu perlu dilakukan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ketiga naik.

Dia menyebut Indonesia masih memiliki waktu satu bulan sebelum kuartal tiga ditutup. Kesempatan itu harus dimaksimalkan di September 2020.

“Kita masih punya waktu satu bulan di September ini. Kalau kita masih berada pada posisi minus artinya kita masuk resesi,” kata Jokowi beberapa waktu lalu. (PM/red)