Sengketa Pulau Pari, BPN Sebut Nama Keluarga Adjanto Ada Dalam Sertifikat

Sengketa Pulau Pari, BPN Sebut Nama Keluarga Adjanto Ada Dalam Sertifikat (Sidang Pulau Pari)

HAYAM WURUK - Sidang kasus lahan di Pulau Pari kembali digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Saksi dari penuntut umum menghadirkan petugas BPN yang duduk dibagian Sengketan Pertanahan. 

Didi Sudari staf BPN menerangkan, asal usul kepemilikan tanah seluas 4.999 m2. Nama Suwondo Adjanto pun mencuat. Belakangan, ternyata tanah tersebut tak lain milik kakak kandung Pintarso Adjanto. 

"Kalau melihat sertifikat nomor 253 nama Suwondo dan beberapa orang tadi adalah pemilik sah lahan tadi majelis," ujar Didi, kemarin.

Meski begitu, Didi mengaku tidak ke lapangan saat pihaknya mengukur kembali lahan sengketa. Keperluan penyidik kata Didi membuat pihaknya ke lokasi tersebut pada 2017 silam. 

Hal ini bertolak belakang dari keterangan Kuasa Hukum terdakwan Sulaiman, Nelson Nikodemus. Ia malah menuturkan, tidak ada warga yang tahu bahwa tahun 2017 ada pengukuran lahan. "Ga ada saksi yang mengatakan kalau ada pengukuran," ucap Nelson. 

Bahkan, masih kata Nelson pihaknya justru mengetahui kalau tanah tersebut milik Surdin. Nelson juga meyakinkan, bahwa Sulaiman hanya nengelola homestay diatas tanah milik Surdin, bukan Pintarso. 

"Lagian warga tahu tanah disana itu punya, Surdin. Bukan pintarso. Tapi memang Sulaiman cuma disuruh mengelola aja," jelasnya. 

Majelis pun akan melanjutkan sidang  pada Senin 20 Agustus mendatang. Agenda sidang minggu depan adalah mendengarkan saksi dari terdakwa.(hw)