Seba 2019, Ini Kado Manis Untuk Warga Baduy dari WH

Seba 2019, Ini Kado Manis Untuk Warga Baduy dari WH
Seba 2019, Ini Kado Manis Untuk Warga Baduy dari WH
()

NONSTOPNEWS.ID - Dalam acara Seba Baduy 2019, Minggu (5/5/2019), Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memberikan kado indah bagi masyarakat adat Baduy. Kado ini diberikan saat warga yang berasal dari Kanekes, Lebak itu meminta kepada WH yang didaulat sebagai Bapak Gede agar membuat peraturan bagi masyarakat adat.

"Sebagai Gubernur saya punya kewajiban menjaga adat dan budaya masyarakat Baduy. Tidak perlu menunggu pemerintah pusat,” tegas WH menjawab permintaan sesepuh Baduy.

Dalam acara tersebut, WH juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Baduy yang sudah hadir jauh-jauh dengan berjalan kaki menempuh jarak puluhan kilometer.

“Wilujeng sumping para olot, para jaro. Saya merasa senang sekali bertemu dengan bapak-bapak sekalian. Mudah mudahan masyarakat Baduy manjadi masyarakat yang makmur, sejahtera, aman, nyaman dan tenteram,” ungkap WH.

Dalam upacara Seba ini, sekira seribu orang dari suku Baduy mengikuti prosesi upacara 'Seba Gede Baduy' di Museum Negeri Banten, Jalan Brigjen Syam'un Kota Serang, Minggu (5/5/2019). 

“Saya sebagai gubernur, Bapak Gede, mengucapkan terima kasih. Setiap tahun bapak-bapak semua berkunjung ke sini,” ungkap WH.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati melaporkan, agenda Seba Baduy ini didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 

“Seba Baduy masuk dalam kalender of event Indonesia,” ungkapnya.

Dalam upacara ini, terdapat ritual penyerahan laksa kepada Gubernur Banten, diwakili oleh tokoj Naduy, Ki Jaro Tanggunan 12, Ayah Saidi Putra, dengan diawali dengan pembacaan mantera berbahasa Sunda peninggalan para leluhur. Laksa sendiri merupakan simbol aspirasi masyarakat Baduy kepada Abah Gede alias Gubernur Banten. Laksa terbuat dari produk hasil panen terbaik waga Baduy.

Selanjutnya Ayah Saidi menyampaikan amanah Puun masyarakat adat Baduy di Kanekes Kabupaten Lebak untuk disampaikan kepada Abah Gede atau Gubernur Banten. 

“Kami berangkat bersama 1037 orang untuk mengikuti seba ini,” ungkap Ayah Saidi usai menyampaikan amanah Puun kepada Gubernur Banten.

Sekedar informasi, Seba Baduy adalah tradisi warga Baduy mendatangi Bapak Gede atau Gubernur Banten. Ribuan warga baik dari Baduy Dalam maupun Baduy Luar berangkat dari Kanekes, Kabupaten Lebak.

Seba merupakan tradisi wajib tahunan. Waktu Seba dalam pertanggalan adat Baduy dilakukan di bulan Safar dan biasanya di bawah tanggal 10.

Seba tiap tahunnya berdasarkan pertanggalan bulan Safar di Baduy. Ritual Seba adalah rangkaian wajib setelah rangkaian adat Kawalu, Ngalaksa, dan terakhir Seba. Tradisi ini memiliki makna menjunjung tinggi amanat leluhur serta datang kepada pemerintah.

Sedangkan Seba bagi pihak pemerintah, menjadi saluran warga adat Baduy menyampaikan aspirasi mengenai kondisi masyarakat adatnya.

Untuk warga Baduy Dalam, aturan adat melarang mereka untuk mengendarai kendaraan. Seba warga Baduy Dalam dilakukan dengan berjalan kaki dari kampung-kampung Baduy Dalam di Kanekes, Kabupaten Lebak. (Eag)