Satpol PP Tangsel Lapor Polisi, Segelnya 2 Kali Dicopot Pengembang 'Gila'

Satpol PP Tangsel Lapor Polisi, Segelnya 2 Kali Dicopot Pengembang 'Gila'
Satpol PP Tangsel Lapor Polisi, Segelnya 2 Kali Dicopot Pengembang 'Gila'
(Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Segel bangunan tidak berizin yang dipasang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada gerbang Banguan cluster mini Dido Town House dicopot.

Kasi Penyidik dan Pengawasan, pada Satpol PP Tangsel Muchsin mengatakan, pencopotan segel terhadap cluster mini tersebut sudah yang kedua kalinya. Menurutnya, tindakan yang dilakukan pihak cluster adalah tindakan orang stres (Gila).

"Itu sudah yang kedua kali disegel. Stres sepertinya orang itu," kata Muchsin saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (5/2/2019) malam.

Muchsin menambahkan, pihaknya sudah mengetahui dengan dicopotnya Plang IMB tersebut oleh pihak Cluster.

"Untuk itu, mereka sudah melanggar undang-undang dan kita akan melaporkan ke Polisi atas tindakan mereka yang sudah merusak dan mencopot segel itu," tambahnya.

Saat dikonfirmasi ke Didon Hartono selaku Owner cluster belum memberikan keterangan meski sudah beberapa kali dihubungi melalui telepon seluler.

Sebelumnya dibwritakan, pembangunan perumahan Dido Town House, berlokasi di Jalan Salak, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, terpaksa dihentikan. Proyek perumahan tersebut disegel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (4/2/2019) untuk kedua kalinya.

Petugas Satpol PP, Suherman dilokasi mengatakan, sebelumnya beberapa bulan yang lalu, bangunan ini sudah dilakukan penyegelan. Namun segel dan gembok yang dipasang pihaknya dibongkar oleh pemilik proyek tersebut.

"Kemarin sudah disegel tapi dirusak segelnya tanpa izin dan gemboknya dibongkar, lalu kita koordinasi ke pihak Polres Tangsel dan mereka menyarankan agar disegel satu kali lagi, makanya kita segel lagi," jelasnya.

Sementara itu, Samsul yang mengaku sebagai admin pada pembangunan perumahan tersebut berkilah belum adanya IMB bangunan karena sedang diurus di Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

"Ijinya sedang diurus bang. Kalau bangunan ini mulai dibangunnya dari tahun 2017," kata Samsul.(ak)