Satpol PP Tangsel : Izin Alfamidi yang Disegel Diurus 'Makhluk Gaib'

Satpol PP Tangsel : Izin Alfamidi yang Disegel Diurus 'Makhluk Gaib'
Satpol PP Tangsel : Izin Alfamidi yang Disegel Diurus 'Makhluk Gaib'
(Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Bandelnya Alfamidi di komplek perumahan Melati Mas, Serpong Utara yang disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beberapa waktu lalu, karena tidak mempunyai Izin Mendirikan Bangunan (IMB), hingga kini masih beroperasi menyisakan tanda tanya.

Betapa tidak, toko modern tanpa dilengkapi izin tersebut membuat Satpol PP jadi sasaran tembak berbagai pihak. Diduga, perizinan yang masih diproses itu diurus oleh pihak ketiga yang tidak diketahui asal usulnya alias sampai sekarang tak bisa memberikan keterangan.

Hal itu seperti dikatakan Kepala Seksi Penyidikan dan Pengawasan Bidang Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Tangsel, Muchsin, Senin (21/1/2019).

"Pemilik lahannya Yani Harsono, pemilik bangunannya itu Martadi yang punya kuasa dari PT. Midi Utama Indonesia (Alfamidi), kita panggil si Martadi, jadi yang bertanggung jawab terkait bangunan tersebut siapa ini," kata Muchsin.

Pemanggilan itu katanya, untuk mengetahui dengan jelas keberadaan toko retail modern itu, apakah sudah mematuhi peraturan. Sebab, saat dilakukan penyegelan, pihak toko tak bisa memperlihatkan izin usahanya.

"Apakah si pemilik lahan atau Alfamidi yang membangun, ketika terbukti tidak memiliki IMB akan ada proses pembongkarannya karena kita bertindak dibawah hukum, sekarang lagi proses," ungkapnya.

Diterangkan Muchsin, soal pembongkaran bangunan tak ber IMB yang kini bentuknya jadi toko modern (Alfamidi), pihaknya harus mendapat pengawasan dan tindakan terlebih dahulu dari Disperindag.

"Disperindag harus melakukan tindakan, baik pengawasan dan kewenangan lain yang dimilikinya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Maya Mardiana menyatakan, pihaknya akan melakukan langkah pembinaan dan sosialisasi kepada pihak Alfamidi Melati Mas.

"Kita lakukan pembinaan, karena jangan-jangan mereka belum paham tata cara perizinannya, maka dari itu kita sosialisasikan dan kita bina. Nanti setelah selesai perizinannya baru boleh beroperasi" ujarnya.

Maya mengaku, dirinya masih menunggu laporan dari tim Disperindag yang melakukan kunjungan ke Alfamidi tersebut. (ak)