Santri yang Diduga Lakukan Kekerasan Di Ponpes Pondok Cabe Diancam 5 Tahun Penjara

Santri yang Diduga Lakukan Kekerasan Di Ponpes Pondok Cabe Diancam 5 Tahun Penjara (Kapolsek Pamulang, Komaris Polisi (Kompol) Supiyanto/rena)

NONSTOPNEWS.ID - Kepolisian Sektor (Polsek) Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap pelaku yang diduga melakukan kekerasan di Pondok Pesantren (Ponpes) Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan.

Pengungkapan tersebut dijelaskan oleh Kapolsek Pamulang, Komaris Polisi (Kompol) Supiyanto, di halaman Polres Pamulang, Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Pamulang, Tangsel, Senin (12/10/2020) kemarin.

Supiyanto menegaskan telah menangkap empat pelaku kekerasan dengan inisial (A), (R), (AI) dan (N) yang sebelumnya merupakan santri Ponpes yang mengabdi di ponpes Pondok Cabe Udik.

"Sudah saya tahan empat orang senior Pondok Pesantren, kejadian sudah seminggu lalu," jelas Supiyanto.

Para korban berusia di bawah 18 Tahun dengan status siswa kelas tiga aliyah (setara SMA), diduga dianiaya dengan tindak kekerasan. Faktornya, adalah penggunaan handphone yang di lakukan para santri, namun sanksi tidak sesuai dengan peraturan Ponpes.

"Di dalam Ponpes ada pelanggaran yang dilakukan para santri kemudian diberikan sanksi berupa kekerasan. Seharusnya menghafal Alquran, dan sebagainya ini dia main hakim sendiri, atas laporan tiga orang yang lainnya itu trauma, dan keluar dari ponpes," lanjut Supiyanto.

Sementara kekerasan yang dilakukan para  pelaku belum diketahui jelasnya, namun terkait hal itu telah dilakukan pemanggilan pimpinan ponpes.

"Saya secara pasti engga tahu. Harusnya sanksi engga dengan kekerasan saya sudah panggil Pimpinan Ponpes, seharusnya sanksi menghafal al quran dan ayat-ayat," ujarnya.

Atas tindakan tersebut pelaku di jerat hukuman dengan ancaman penjara lima tahun penjara.

"Pidananya ancaman penjara lima Tahun," tutup Supiyanto. (Rn)