Sambut Hari Pahlawan, Kapolsek Cengkareng Ziarah ke Makam Pendekar Betawi

Sambut Hari Pahlawan, Kapolsek Cengkareng  Ziarah ke Makam Pendekar Betawi
Sambut Hari Pahlawan, Kapolsek Cengkareng  Ziarah ke Makam Pendekar Betawi
(Nonstopnews.id/wr)

CENGKARENG - Menyambut Hari Pahlawan 10 Nopember, Kapolsek Cengkareng, Jakarta Barat, Kompol H.Khoiri bersama anggota dan ibu-ibu  Bhayangkari berziarah ke makam salah satu pendekar Betawi di Kampung Rawa Gabus RT07/011 Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Senin (6/11) pagi. Selain ahli waris, hadir pula puluhan warga ikut membersihkan makam yang sudah ada sejak tahun 1880 silam itu.

Pendekar Betawi yang dimaksud adalah Pendekar Pitulungan Si Ronda Macan Betawi. Makamnya berada di sebidang tanah di kompleks perumahan di kawasan Cengkareng, hanya beberapa meter letaknya dari RS Bunda Tsu Szi.  Makam tersebut diapit 2 pohon besar dan kerap diziarahi warga Betawi.

"Kami sangat menghargai jasa pahlawan Betawi yang sepanjang jaman tidak boleh dilupakan. Kami berziarah bersama ahli waris," kata Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri, usai acara pembacaan doa bersama keluarga ahli waris yang diwakilkan Haji Marsin (52).

Menurut Khoiri didampingi Kanit Bimas Iptu Wiyanto, selain berziarah ke makam murid Haji Naifin yang meninggal tahun 1880 itu, pihaknya melaksanakan kerja bakti bersih-bersih makam dan memasang plang makam Si Ronda Macan Betawi.

Kegiatan ini merupakan perintah Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, agar Polri senantiasa mengingat jasa para pahlawan. 

Sementara itu, Haji Marsin salah satu ahli waris yang mengaku keturunan keempat setelah Si Ronda menjelaskan bahwa pada masa lalu Si Ronda dikenal sebagai pembela rakyat Betawi yang terrindas kaum penjajah Belanda.

Si Ronda salah satu murid Haji Naifin dari Tanah Abang yang sama berjuang dengan pendekar Betawi lainnya seperti Jiih dari Srengseng Kebon Jeruk, Murtado dari Kemayoran dan Sabeni Banteng Betawi serta Ayub dari Teluk Naga dan Sayuti dari Cengkareng.

"Kalau ada sebutan Pitulungan, itu berarti tujuh pendekar Beta, salah satunya Si Ronda," ujar Marsin seraya menyebutkan kalau kematian Si Ronda sempat disembunyikan keluarga dan tak sampai ke tangan Belanda. (wr/hw)