Saling Ejek via Medsos, Gadis 16 Tahun Pimpin Tawuran di Sepatan Tangerang

Saling Ejek via Medsos, Gadis 16 Tahun Pimpin Tawuran di Sepatan Tangerang (ist)

NONSTOPNEWS.ID - Perilaku ABG patut diwaspadai terkait menggunakan media sosial. Baru-baru ini, akibat saling ejek melalui medsos, dua kelompok pemuda dari wilayah Cadas dan Kotabumi di kampung Teriti, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, mengadakan perjanjian untuk tawuran, Minggu (09/06/2019) lalu.

Tawuran ini didalangi oleh gadis berusia16 tahun. Perempuan yang biasa disapa Dea berasal dari Kelompok Sarap 34 dan mengajak kelompok Cadas tawuran melalui media sosial.

Gadis ini membawa sekira 20 remaja pria anak buahnya menyerang gangster Cadas.
Sedangkan korban diketahui anggota cabutan gangster Cadas, bernama AR alias Inep.

Dia diajak pimpinan gangster Cadas berinisial F, menyerang gangster Kota Bumi.

Setelah disepakati, lalu dipilih di daerah yang dianggap netral oleh keduanya, yaitu di depan SDN 2 Karet, dan terjadi duel antar kedua kelompok tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono juga mengatakan, Aksi ini dipimpin oleh perempuan yang tidak lulus sekolah dan berperan sebagai koordinator di media sosial.
 
"Pelaku bertugas merekrut pemuda yang rata-rata masih berstatus pelajar SMA asal Kotabumi," saat konferensi pers.

Argo menambahkan, perempuan itu juga yang mengkoordinasi untuk tawuran dengan koordinator kelompok pemuda Cadas yakni seorang pria berinisial R untuk menyepakati lokasi titik tawuran.

Namun, ia menambahkan, ketika tawuran pecah perempuan itu tidak turut dalam bentrokan yang terjadi di depan SD 2 Karet, Kampung Teriti pada Minggu, 9 Juni 2019, sekira Pukul 04.00WIB.

"Tawuran antar pemuda yang saling serang menggunakan beragam senjata tajam seperti celurit, golok, stik baseball, batu dan kayu," jelas Argo.

Argo menuturkan, dalam peristiwa tawuran itu seorang pemuda dari kelompok Cadas berinisial AR, 16, tewas karena mengalami luka bacok di sekujur tubuh. Polisi juga sudah menangkap 15 pemuda yang 7 di antaranya berasal dari Kotabumi dan 8 sisanya berasal dari Cadas.

“Kemudian dari kelompok Cadas ini bawa sajam kita kenakan UU darurat. Dari Kotabumi kita kenakan UU Pasal 170 dan Pasal 338 karena mengakibatkan meninggal,” pungkas Argo. (RED)