Sakit Lumpuh 3 Tahun Ditinggal Anak Istri, Pria Cisoka Ini Menangis Rumahnya Dibedah Pemkab Tangerang

Sakit Lumpuh 3 Tahun Ditinggal Anak Istri, Pria Cisoka Ini Menangis Rumahnya Dibedah Pemkab Tangerang
Sakit Lumpuh 3 Tahun Ditinggal Anak Istri, Pria Cisoka Ini Menangis Rumahnya Dibedah Pemkab Tangerang
(Mn-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Pemerintah Kab. Tangerang akan membangun rumah Junaidi (43) warga tidak mampu di Kampung Jamur RT. 020/003 Desa Bojong Loa, Kecamatan Cisoka, yang mengalami kelumpuhan sejak 3 tahun yang lalu.

Camat Cisoka Ahmad Hapid yang baru satu bulan dilantik langsung bergerak merumuskan untuk membedah rumah warganya agar lebih layak ditempati.

"Kita akan hitung terlebih dahulu berapa biaya untuk membedah rumah junaedi, dan bermusyawarah kepada pihak keluarga agar bidang tanahnya disepakati oleh keluarga untuk dibangun,"ujar Hapid ketika berkunjung ke rumah Junaedi pada Senin, (26/8/2019).

Bukan hanya rumah, kondisi kesehatan Junaedi hingga kini masih terus dipantau melalui puskesmas Cisoka bersama bidan Desa dengan terus memberikan obat agar dapat pulih kembali.

"Kami cukup prihatin dengan kondisi Junaedi, setelah kita obati mudah-mudah dalam waktu dekat kita bangun rumahnya secara swadaya Camat Cisoka, beserta warga sekitar," jelas Hapid yang juga mantan Kabid Pemdes.

Hapid juga menambahkan, pihak puskesmas  memutuskan untuk merujuk Junaidi untuk di rawat di RSUD Balaraja.

"Pak Junaidi sudah sempat di rawat di RSUD namun pihak keluarga meminta untuk di rawat di rumah saja," ucap Nida yang merupakan Bidan Desa.

Bedah rumah sendiri dilakukan setelah anggota DPRD, Wahyu, Camat Cisoka Ahmad Hapid dan Pjs. Kepala Desa Bojong Loa,  Ramawinata melihat langsung kondisi  Junaedi.

"Awalnya tanggal 25 agustus kondisi memprihatinkan, Puskesmas Cisoka beserta bidan Desa langsung membawa Junaedi untuk dirawat di RSU Balaraja, setelah di tangani pihak rumah sakit ternyata pihak keluarga membawa pulang paksa," ungkap Wahyu selaku Anggota DPRD menjelaskan.

Kondisi Junaidi sendiri sangat memprihatinkan. Dia memiliki Istri, Arsati (40) dan 1 orang anak, Lilis (20). Namun yang membuat miris, sejak awal menderita dirinya ditinggal oleh anak dan istrinya minta  cerai. Kini Junaedi tinggal bersama kakaknya Sumitra.

"Penyakit saya awalnya hanya asam urat, dan saya berusaha untuk mencari penyembuhan dengan jalur alternatif di daerah Jawa Timur diperjalanan dengan konsidi AC dingin, pulang-pulang saya lumpuh," jelas Junaedi sembari berkaca-kaca matanya.

Junaedi juga menambahkan setelah ditangani, terdapat perkembangan kesembuhan. Dirinya berterimakasih kepada bupati dan pemerintah kecamatan yang memberikan bantuan. (mn)