Sadis dan Tega! Bansos Corona Di Lebak Diduga Banyak Dipungli Anak Buah Bupati Iti

Sadis dan Tega! Bansos Corona Di Lebak Diduga Banyak Dipungli Anak Buah Bupati Iti
Sadis dan Tega! Bansos Corona Di Lebak Diduga Banyak Dipungli Anak Buah Bupati Iti
(Ilustrasi/ist)

NONSTOPNEWS.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Musa Weliyansyah mengaku menerima banyak aduan dari masyarakat perihal dugaan pungli Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilakukan oleh anak buah Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.

Menurut Musa, aduan pungli yang disampaikan kepadanya angkanya bervariasi mulai dari Rp50 -100 ribu. Bahkan juga yang lebih parah sampai 300 ribu rupiah.

"Dewan terima aduan melalui inbox Facebook hingga pesan WhastApp tentang dugaan pemotongan dana BST di salah satu Desa yang ada di Kecamatan Gunung Kencana. Penerima mengaku setor ke RT 50 ribu per orang dan disetorkan ke Kepala Desa," kata Musa kepada awak media Sabtu malam (16/5/2020) melalui pesan WhastApp

Bukan itu saja, warga di Kecamatan Cijaku ada yang mengadukan juga ke dirinya dengan potongan mencapai Rp300 ribu oleh oknum perangkat desa.

"Saya, tidak tau apakah itu untuk dibagikan ke orang lain atau untuk oknum perangkat desa. Hal itu masih dalam pengawasan," katanya.

Selain dua kecamatan tadi, menurut informasi yang diterima Musa, masih ada di Kecamatan Cigemblong dengan dalih pemotongan yang berbeda.

"Di Cigemblong diduga ada yang dibagi dua dengan dalih dibagi dengan masyarakat yang tidak mendapatkan. Sementara program ini masih berlanjut. Bagaimana kalau yang tidak tercatat Minggu besok tercatat dan mendapatkan bantuan bisa jadi dari APBD 1 atau APBD 2," tuturnya. 

Oleh karena itu, Musa meminta kepada para oknum yang melakukan pemotongan itu agar segera mengembalikannya kepada penerima sebelum terlambat.

"Sebelum terlambat saya minta agar oknum-oknum tersebut segera mengembalikan lagi uang pungutan tersebut kepada para penerima secara utuh," harapnya. 

Musa, tambahnya akan menindaklanjuti kasus dugaan potongan yang terjadi di beberapa desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Lebak.

"Saya akan menindaklanjuti ini dengan serius karena ini sangat tercela perbuatannya dan melanggar hukum," tegasnya. 

Terpisah, di Kecamatan Cilograng Desa Cikatomas dari video yang diterima oleh wartawan, warga mengaku dimintai seratus ribu dengan alasan untuk menggaji  pegawai desa dari program BST.

"Jadi keterima enam ratus, jadi diminta seratus buat menggaji pegawai desa jadi nerimanya lima ratus jadi jangan riweuh (rame) soalnya takut ketauan," imbuh warga yang enggan disebutkan namanya dalam video tersebut. 

Disisi lain, wartawan mencoba mengkonfirmasi salah satu Kepala Desa Cicaringin yang ada di Kecamatan Gunung Kencana, namun kepala desa yang enggan disebutkan namanya membantah hal tersebut.

"Siap besok kita ketemu nanti saya jelaskan, untuk sementara saya katakan BLT tidak ada pemotongan. Kalau ada yang bilang di potong itu tidak benar. Tidak benar besok saya jelaskan biar semuanya tidak salah pengertian," paparnya. (AU/eag)