Sachrudin Terpilih Kembali Pimpin Golkar, Puluhan Kader Sebut Aturan Partai Dilanggar

Sachrudin Terpilih Kembali Pimpin Golkar, Puluhan Kader Sebut Aturan Partai Dilanggar
Sachrudin Terpilih Kembali Pimpin Golkar, Puluhan Kader Sebut Aturan Partai Dilanggar
(Rk-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Petahana Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kota Tangerang Sachrudin terpilih kembali secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar ke-VI di Hotel Allium, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (8 Juli 2020).

Sachrudin, yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tangerang itu, terpilih melalui rekomendasi dari 13 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar, sayap-sayap organisasi Golkar, dan elemen lain yang turut serta menggunakan hak suaranya.

Dia melanjutkan, untuk progres ke depannya dia belum bisa menjelaskan secara perinci. Namun, pihaknya akan segera merancang susunan pengurus di masa bakti 2020-2025 ini.

“Sekarang baru terpilih ketua terus tim formatur yang ada. Nanti tim formatur terpilih merencanakan komposisi susunan pengurus untuk masa bakti 2020-2025. Setelah itu, kita lanjutkan dengan program kerja dan saya pengen program kerjanya itu membumi, yang bisa diinjak, bisa dirasakan oleh masyarakat sehingga masyarakat merasakan manfaatnya,” jabar Sachrudin.

Dia berharap, ke depannya semua partai politik berusaha agar kadernya yang menduduki jabatan di eksekutif (pemerintahan) menjalankan program-program demi kesejahteraan masyarakat.

Diketahui, Musda kali ini sempat berlangsung panas. Sebab, acara yang berlangsung tertutup ini diwarnai insiden protes dari puluhan kader. Aksi protes karena puluhan kader tak bisa memberikan suara.

Salah satunya yakni Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Karawaci, Diki Saputra. Ia tidak diperkenankan masuk ke ruang Musda lantaran disebut telah habis masa jabatannya.

“Alasan mereka (panitia Musda), SK kita sudah selesai, padahal berdasarkan keputusan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Golkar jelas karena lockdown di perpanjang otomatis, tapi tidak dilakukan oleh DPD Partai Golkar Kota Tangerang,” kata Diki.

Bukan itu saja, Diki menyebut Musda ke VI DPD Partai Golkar Kota Tangerang tersebut telah melanggar aturan partai. Lantaran, tidak memenuhi tahapan-tahapan yang telah ditentukan.

“Yang pertama tidak adanya pemberitahuan kepada peserta, adapun pemberitahuan sifatnya hanya undangan itupun secara mendadak,” ucap Diki.

Diki juga mengungkapkan, keganjilan yang terjadi juga tak hanya beberapa kader saja yang tidak diperkenankan masuk, tapi seluruh pengurus PK di 13 Kecamatan di Kota Tangerang.

“Semua Plt yang masing-masing mewakili Kecamatan yang dipaksakan. Jadi kalau kita melihatnya musda ini dipaksakan,” katanya.

Ia beserta 13 PK lainnya pun mengancam akan melakukan menolak hasil Musda ke VI tersebut dan akan mengajukan banding ke Mahkamah Partai Golkar. (pm/rk)