RS Omni Hospitals Alam Sutera Kalah Digugat Pasien

RS Omni Hospitals Alam Sutera Kalah Digugat Pasien ((Ilustrasi/Net))

TANGERANG - Rumah Sakit (RS) Omni Hospitals Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dinyatakan bersalah atas gugatan Juliana Darmadi oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang, Selasa (18/9/2018).

Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai oleh Gatot Sarwadi, mengatakan gugatan dapat dikabulkan sebagian sesuai dengan Undang-Undang No.3 tentang Kesehatan. Menghukum tergugat 3 (RS Omni) harus membayar gugatan sebesar Rp 156 juta dan menghukum tergugat 2 (perawat) membayar perkara Rp 571 ribu rupiah.

Penggugat adalah Juliana Darmadi, orangtua korban dari Jaren Kristoper dan Jaden Kristoper yang lahir di RS Omni, pada 26 Mei 2008 lalu, dengan menderita kebutaan kedua putranya yang diduga adanya kelalaian dalam penanganan.

Dalam kasus ini tergugat 1 adalah Ferdi Lumawal, dokter yang menangani proses kelahiran pasien tersebut.

Hakim menjelaskan, terjadinya masalah kebutaan karena kelalaian dan kurang kehati-hatian oleh perawat.

Tergugat 1, kata Hakim, bekerja di tempat tergugat 3 yang merawat pasiennya ketika dalam perawatan. Tergugat 2 (perawat) dan 3 (rs Omni) telah melawan hukum dan dapat dimintai pertanggungjawabannya.

Berat badan bayi Jarens Kristoper 1.500 gram dan Jaden Kristoper 1.300 gram. Karena kurang berat badan anak bayi tersebut dimasukan ke inkubator. Mata bayi Jerens mengalami gangguan sedangkan mata Jaden masih bisa disembuhkan.

Hakim juga mengatakan tidak ada satu pun pelanggaran yang dilakukan tergugat 1. Yang dapat dikabulkan yakni gugatan tergugat 2 dan 3 harus membayar kerugian sebanyak Rp 156,00 juta. Sedangkan gugatan Rp 2 miliar selama penggugat tidak bisa membuktikan gugatannya harus ditolak.  

Ari, kuasa hukum RS Omni mengatakan hasil putusan pengadilan belum inkracht (berkekuatan hukum tetap).

“Masih ada upaya hukum banding. Putusan ini belum punya kekuatan hukum.  Masih ada upaya banding dan kasasi,” ujarnya sambil meninggalkan watawan.

Juliana Darmadi, ibu kandung si kembar Jarens Kristoper dan Janden Kristoper mengatakan, sangat bersyukur gugatannya dikabulkan.

“Saya bersyukur Pak Hakim mengabulkan gugatan saya. Bukan nominal uangnya yang saya kejar," ujarnya.

Kalau masalah uang, kata Juliana, tidak ada masalah berapa pun dia harus bayar. Juliana hanya menuntut keadilan karena merasa dirugikan.

"Kalau bertanya kerugian saya, Rp 1 miliar lebih untuk biaya mengobati anak saya.  Yang penting rumah sakit sudah dinyatakan bersalah, saya sudah senang,” ujar Juliana. (tn/red)