REPDEM Tangsel Dorong Kelompok Milenial Bumikan Pancasila

REPDEM Tangsel Dorong Kelompok Milenial Bumikan Pancasila (Nonstopnews.id)

TANGSEL - Organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) Tangerang Selatan bikin gebrakan. 

Dalam rangka memperkuat pemahaman Pancasila sebagai ideologi kebangsaan dengan sasaran kelompok milenial, mereka mengadakan NGOPI BANTENG REPDEM (Ngobrol Politik Bareng dan Anteng Bersama Relawan Perjuangan Demokrasi) degan tema “Tantangan Implementasi Pancasila Zaman Now” di Sekber pemenangan Jokowi, Setu, Tangerang Selatan, Minggu (18/11/2018).

“Kegiatan ini kami lakukan karena kami gelisah di wilayah Tangsel sendiri banyak kaum milenial jarang diskusi kebangsaan. Sebagai organisasi yang berbasis aktivis, kami punya tanggung jawab sejarah membuat kegiatan ideologis seperti ini, “ ujar  Kusnadi mewakili panitia kepada wartawan di lokasi acara.

Hadir dalam diskusi tersebut beberapa narasumber antara lain, Wanto Sugito (Sekjen DPN REPDEM), TB Bayu Murdani (Wakil Ketua DPRD Tangsel), Veri Mukhlis (Pengamat politik UIN Ciputat), M Tohar (Enterpreneur muda) serta Profesor Beny (Senior GMNI). 

Selain itu beberapa organisasi berbasis kelompok nasionalis juga hadir seperti, POSRAYA, PROJO dan GMNI.

Menurut Wanto Sugito di tempat yang sama, diskusi ini penting dilakukan agar penanaman ideologi kebangsaan dengan sasaran kelompok milineal yang kini jumlahnya 34,49 % di Indonesia terus digelorakan dengan membuat Gerakan Cinta Pancasila.

“Mereka bisa memainkan peran Gerakan Cinta Pancasila dalam memainkan dunia sosial media dengan mengisi konten yang menumbuhkan rasa cinta dan membangkitkan semangat nasionalisme yang selama ini nampak pudar. Apalagi tantangannya saat ini, ada ancaman kelompok yang mengatasnamakan agama ingin merubah ideologi pancasila. Jelaskan bahwa konsensus berdirinya negara di atas keberagaman ini sudah final dan tidak bisa diubah-ubah,” jelasnya.

Hal yang sama dikatakan TB Bayu, bahwa pentingnya kita sebagai kelompok nasionalis, dimanapun dan peran apapun agar sejatinya konsisten membumikan pancasila dalam bentuk praktik berbangsa bernegara.

M Tohar, selaku enterpreneur muda menambahkan, pentingnya kelompok milenial juga membangun basis-basis ekonomi yang berkedaulatan dengan cara memulai dari sejak dini belajar memiliki usaha meski dari kecil terlebih dahulu.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Very Mukhlis mengatakan, sejatinya jika dikaitkan dalam pilpres, maka Jokowi adalah gambaran tepat pemimpin yang telah terbukti bekerja dan mengimplementasikan Pancasila dalam regulasi pemerintahannya selama ini.

“Jokowi sudah teruji dan terbukti. Sehingga kelompok nasionalis khususnya di Banten harus lebih pro aktif membangun gerakan-gerakan di masyarakat agar Pancasila terus dibumikan dalam kerja-kerja politik yang kepentingannya kembali kepada rakyat,” tegasnya. (*/red)