Reformasi Birokrasi Tangkab Jadi Proyek Percontohan KASN, Kapan Kota Tangsel dan Tangerang Ya?

Reformasi Birokrasi Tangkab Jadi Proyek Percontohan KASN, Kapan Kota Tangsel dan Tangerang Ya?
Reformasi Birokrasi Tangkab Jadi Proyek Percontohan KASN, Kapan Kota Tangsel dan Tangerang Ya?
(Ilustrasi/Net)

NONSTOPNEWS.ID - Reformasi Birokrasi yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang dijadikan pilot project atau percontohan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Republik Indonesia. Hal itu terungkap saat KASN melakukan kunjungan di ruang rapat Solear, komplek Puspemkab Tangerang, Jumat, (6/12/19).

Sekretaris KASN Harry Mulya Zein (HMZ) mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah menerapkan tata kelola menajemen kepegawaian yang baik dan sudah mendekati dengan sistem merit yang diterapkan oleh KASN.

" Ini merupakan langkah yang baik, masih banyak kabupaten/kota lain belum menerapkan hal ini sesuai UU No. 5 tahun 2015," ungkap Harry.

Senada dengan HMZ, Irwansyah Komisioner KASN menambahkan, sistem merit merupakan sistem yang membanguan human capital atau kemampuan aparatur sipil negara (ASN) menghasilkan layanan profesional yang terdapat di kabupaten/kota. 

"Ada 18 kabupaten/kota yang menerapkan sistem merit. Yang 15 kita akan jadikan percontohan, diantaranya Kabupaten Tangerang," ujar Irwansyah.

Dipilihnya Kabupaten Tangerang, dinilai sudah menerapkan sistem merit yang sesuai dengan aturannya, yaitu UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dengan sudah menerapkan lelang terbuka untuk Jabatan Tinggi Pratama (JPT).

"Pemkab Tangerang sudah menerapkan lelang terbuka untuk JTP sesuai dengan kompetensinya, mulai dari tahapan terus dilakukan," jelas Irwansyah.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menambahkan pihaknya terus melakukan semua perbaikan di setiap OPD, mulai dari evaluasi tingkat asisten per triwulan, hingga per-semester bersama Bupati.

" Penerapan disiplin pegawai terus ditingkatkan, mulai dari penilaian sistem kinerja yang berjenjang, hingga pemberian reward and punishment kepada ASN," ujar Sekda.

Sebagai informasi, sistem merit adalah kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan faktor politik, ras, agama, asal usul, jenis kelamin, dan kondisi kecacatan. (Mn)