Ratusan Sertifikat Warga Setu Hilang, Ini Penjelasan BPN Tangsel

Ratusan Sertifikat Warga Setu Hilang, Ini Penjelasan BPN Tangsel (Ilustrasi : Net)

TANGSEL - Warga Kecamatan Setu mempertanyakan kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangsel. Pasalnya, sejak 2017 lalu, warga yang mendaftarkan bidang tanahnya melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), hingga kini belum mendapatkan kepastian berjalannya program tersebut.

Melalui Koordinator Advokasi dan Investigasi, Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) Jupry Nugroho bahwa, ada beberapa persoalan serius terkait Prona/PTSL, diantaranya banyak warga yang mengaku hingga saat ini belum mendapatkan sertifikat, setelah dilakukan pengajuan 2017 lalu, dan ada kesalahan-kesalahan nama di sertifikat yang telah diberikan.

"Total pengajuan sertifikat Prona/PTSL Tahun 2017 Kelurahan Keranggan kurang lebih 400 bidang, yang telah selesai dan diberikan hanya 4 bidang. Belum lagi, di Kelurahan Muncul ada 700 bidang, yang telah selesai dan diberikan hanya 15 bidang," kata Jupry, lewat pesan whatsappnya, Senin (6/8/2018).

"Lebih aneh lagi, di Kelurahan Kademangan sekira 800 bidang telah selesai, tapi terdapat kesalahan nama dan alamat, sehingga masyarakat mengembalikan kembali kepada BPN Kota Tangerang Selatan," imbuhnya.

Pihaknya pun menerima laporan, bahwa di Kelurahan Setu, warga menyerahkan sekira 700 bidang, namun sekitar 300 berkas asli warga hilang.

"Ada sekira 300 berkas asli warga di Kelurahan Setu, hilang di BPN Kota Tangsel. Dari kasus-kasus yang kami terima itu, kami melihat BPN tidak serius dalam menjalankan amanat Presiden Jokowi," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPN Kota Tangsel Wahyudi menyatakan, informasi yang diterima perlu diklarifikasi kembali. Namun, imbuhnya, untuk sertifikat yang hilang, menurutnya tidak pernah terjadi.

"Data dari mana ya mas? Kalau yg salah nama nanti direvisi bisa. Untuk yang hilang sepertinya tidak ada mas, sumbernya perlu diklarifikasi lagi," tutur Wahyu. (ak)