Ramai-ramai Bakar KTP,  dari Kota Sampai Tangsel

Ramai-ramai Bakar KTP,  dari Kota Sampai Tangsel
Ramai-ramai Bakar KTP,  dari Kota Sampai Tangsel
(Nonstopnews.id)

TANGERANG - Kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang berawal dari ditemukan tercecer dan dibuang disembarang tempat sering menimbulkan polemik. Kemendagri pun pusing tujuh keliling dibuatnya.  Apalagi di tahun politik, temuan e-KTP sering dikait-kaitkan dengan calon tertentu.

Tak mau menjadi bulan-bulanan, akhirnya melalui surat edaran Nomor 470.13/1176/ SJ, Kemendagri memerintahkan Disdukcapil seluruh Indonesia agar membakar e-KTP yang rusak atau invalid. 

"Yang di gudang pusat maupun di gudang daerah dibakar semua. Setiap hari, kalau masih ada satu KTP-E yang tidak berlaku, harus segera dimusnahkan," kata Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, dikutip dari Antara, Senin (17/12/2018).

"Walaupun KTP-E itu tidak berlaku lagi, tidak mengganggu sistem, tapi kan itu bisa menimbulkan polemik dan opini. Apalagi di tahun politik,. Bayangkan ini tanggung jawab kita bersama," tambah Tjahjo.

Edaran itu pun langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang. Mereka langsung memusnahkan 19.311 e-KTP yang rusak dan sudah tidak layak pakai dengan cara dibakar.

"Kita musnahkan 19.311 keping e-KTP, yang rusak saat dicetak, perubahan status, maupun yang rusak saat sudah diberikan ke masyarakat," kata Erlan Rusnarlan, kepala Disdukcapil Kota Tangerang.

Erlan juga menambahkan, upaya pembakaran sebagai antisipasi agar kejadian E-KTP tercecer tak terulang lagi.

"Mudah-mudahan dengan dibakarnya seluruh blangko e-KTP yang sudah rusak atau invalid ini tidak ada lagi yang main-main dengan blangko e-KTP dengan tujuan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujar Erlan.

Sama, tak ingin menjadi sumber masalah, Disdukcapil Kota Tangsel juga memusnahkan 10 ribu e-KTP. Pembakaran dilakukan di halaman kantor Disdukcapil, Serpong, Jumat (14/12/2018) lalu. Sebagian besar e-KTP yang dimusnahkan itu karena kondisinya rusak.

”Kami tidak mau, e-KTP yang rusak dan ivalid disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab. Makanya, langsung kita bakar saja,” terang Asisten Daerah 1 Pemkot Tangsel, Rahmat Salam.

Sementara, Kepala Disdukcapil Dedi Budiawan menyatakan sebagian besar e-KTP yang dibakar merupakan produk tahun 2011-2013, dimana saat itu pendistribusian langsung dilakukan Kemendagri ke Kecamatan. Tidak terdistribusinya, banyak hal teknis yang mempengaruhinya. Salah satunya, pemilik sudah pindah.

”Produk tersebut, dulu yang tak tersalurkan diperintahkan untuk dikembalikan langsung ke kantor Kemendagri. Tapi, setelah keluar surat ederan, kami melakukan penarikan dari kecamatan untuk dimusnahkan. Supaya tidak tercecer dan menjadi viral,” tambahnya.

Selain melakukan pembakaran e-KTP, pihaknya pun melakukan langkah-Iangkah pengamanan terhadap tempat-tempat penyimpanan dokumen negara agar terhindar dari kejadian yang tak diinginkan.  (red)