Pungut Jutaan Bikin Sertipikat Gratis, Lurah Paninggilan Mewek Diseret Ke Meja Hijau

Pungut Jutaan Bikin Sertipikat Gratis, Lurah Paninggilan Mewek Diseret Ke Meja Hijau (Ilustrasi/Net)

SERANG - Terdakwa Mas’ud, Lurah Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, diseret ke meja hijau karena melakukan pemungutan Rp 2,5 juta kepada setiap warga saat melaksanakan Program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) 2017.

“Kami hari ini memanggil  11 orang saksi yang langsung berkaitan dengan perkara yang dilakukan oleh terdakwa Mas’ud. Mereka itu antara lain Ketua RW dan RT wilayah Kelurahan Paninggilan,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jaksa Teuku Ashari di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor ), Kota Serang, Senin (19/11/2018). 

Sutarno, salah seorang saksi didepan sidang mengatakan benar ada kegiatan PTSL  dan dipungut biaya sebesar  Rp 2,5 juta untuk bagi setiap pemohon. 

Terdakwa Mas’ud, kata Sutarno, selaku Lurah Paninggilan dalam rapat dengan para Ketua RT dan RW mengajak warga untuk mengikuti program sertifikat yang diadakan oleh pemerintah, apabila tanahnya belum memiliki sertifikat.

“Kami sebagai petugas paling bawah pemerintahan siap melaksanakan program yang diperintahkan Pak Lurah sehingga terkumpul jumlah pemohon sampai 700 pemohon,” tutur Sutarno. 

Pada sidang sebelumnya saat dibacakan dakwaan, Jaksa Teuku Ashari menjerat Lurah Paninggilan dengan Undang- Undang Korupsi pasal 5 ayat (2) No. 26 tahun 2001. Terdakwa melakukan tindak pidana korupsi merugikan negara sebesar Rp 1,28 miliar lebih.

Dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan terdakwa Mas’ud, kata Jaksa, pungutan liar pengurusan sertipikat tanah Program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) pada pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Kelurahan Peninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang tahun 2017.

Sidang ditunda sampai Senin depan dengan  agenda untuk mendengarkan saksi lainnya. Terdakwa kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Tindak Pidna Korupsi (Lapas Tipikor) Kota Serang. (red)